Jogja Jadi Awal Riset Psoriasis, Targetkan Terapi Lebih Efektif
Riset metabolit psoriasis kulit kepala dimulai di Jogja. Paragon dan Corpora Science menargetkan terapi yang lebih efektif bagi pasien Indonesia.
Ilustrasi. /Solopos-Agoes Rudianto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPRD Gunungkidul meminta masyarakat aktif mengawal penyelenggaraan pemilihan lurah (Pilur) serentak yang akan digelar September mendatang. Warga tidak hanya diharapkan datang memberikan suara pada hari pemungutan, tetapi juga ikut mencermati setiap tahapan yang sedang berlangsung.
Anggota DPRD Gunungkidul, Gunawan, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan Pilur. Menurutnya, pemerintahan tingkat desa merupakan perpanjangan tangan pemerintah di tingkat bawah sehingga program yang dijalankan nantinya akan berdampak langsung kepada masyarakat.
"Total ada sebanyak 31 kalurahan dari 16 kapanewon yang menggelar Pilur serentak, sehingga kami harapkan masyarakat bisa ikut serta secara aktif," ujarnya, Senin (10/8/2026).
Warga Diminta Awasi Tahapan Pilur
Gunawan mengatakan masyarakat dapat ikut mencermati tahapan Pilur yang saat ini masih berlangsung. Pengawasan dari warga dinilai penting agar proses pemilihan lurah berjalan sesuai ketentuan dan tidak terjadi pelanggaran yang dapat mencederai nilai-nilai demokrasi.
"Masyarakat juga bisa jadi mata dan telinga pengawas di lapangan, cermati dan laporkan jika ada indikasi pelanggaran karena itu bisa jadi bahan evaluasi ke depan," ungkapnya.
Dia menambahkan aturan terbaru mengenai Pilur memiliki sejumlah perubahan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Salah satunya mengatur perangkat desa harus mundur setelah ditetapkan sebagai calon.
Perubahan lainnya berkaitan dengan wilayah yang hanya memiliki satu calon. Dalam aturan terbaru, wilayah dengan satu calon tetap dapat melangsungkan pemilihan tanpa adanya ketentuan minimal dua calon.
Anggaran Pilur Rp2,6 Miliar
Gunawan mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan Pilur serentak. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,6 miliar.
"Anggaran sudah kami siapkan juga dengan total Rp2,6 miliar dan harapannya bisa berjalan dengan lancar," katanya.
Dia juga menanggapi fenomena pertarungan antar suami istri yang terjadi di salah satu wilayah penyelenggaraan Pilur. Menurutnya, kondisi tersebut bukan persoalan karena mencalonkan diri merupakan hak politik yang dijamin Undang-undang.
"Sebenarnya itu tidak masalah karena itu hak politik kan. Cuma secara etika mungkin ya sedikit agak gimana gitu," ujarnya.
Jangan Pilih Lurah Hanya karena Kedekatan
Selain meminta warga aktif mengawasi proses Pilur, Gunawan mengingatkan masyarakat agar cerdas menentukan pilihan. Menurutnya, calon pemimpin tidak semestinya dipilih hanya karena kedekatan personal ataupun penilaian yang subjektif.
Masyarakat, kata dia, perlu mempertimbangkan kapabilitas dan rekam jejak calon sebelum menentukan pilihan. Kinerja serta visi dan misi dalam membangun desa juga perlu menjadi pertimbangan.
"Tentu harus memilih dengan hati nurani dan tanpa embel-embel lain, dengan mempertimbangkan kinerja dan juga visi misi dalam membangun desa," pungkas dia.
Dengan 31 kalurahan dari 16 kapanewon yang akan mengikuti Pilur serentak pada September mendatang, partisipasi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan proses demokrasi di tingkat kalurahan berjalan dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset metabolit psoriasis kulit kepala dimulai di Jogja. Paragon dan Corpora Science menargetkan terapi yang lebih efektif bagi pasien Indonesia.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Rudy Tanoe pada 11 Agustus 2026 setelah tiga kali absen dalam perkara korupsi bansos beras PKH.
Pemerintah menyiapkan perubahan istilah pemulung menjadi pemilah sampah dalam KBJI serta memperluas perlindungan pekerja persampahan.
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan penanganan ODOL dilakukan dari hulu hingga hilir dengan ETLE Hub untuk mencapai zero ODOL pada 2027.
The 1O1 Yogyakarta Tugu kembali menggelar 12th Anniversary THE 1O1 Yogyakarta Tugu: Sketch Tour Kotagede dengan mengangkat kawasan Kotagede sebagai objek