Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Penguatan Pariwisata Kota Jogja
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.
Foto ilustrasi hotel. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Sektor pariwisata Kota Jogja menunjukkan tren positif pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang maupun nonbintang mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut terjadi meski biaya transportasi, termasuk harga tiket pesawat, mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, mengatakan peningkatan tingkat hunian hotel menjadi indikator bahwa aktivitas pariwisata di Kota Jogja masih tumbuh dengan baik.
Menurut Joko, TPK hotel berbintang pada Juni 2026 mengalami kenaikan baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun tahunan (year on year/yoy).
Secara bulanan, tingkat penghunian hotel berbintang naik 5,54 poin dibandingkan Mei 2026. Sementara secara tahunan meningkat 8,11 poin dibandingkan Juni 2025.
"Kalau untuk hotel berbintang, baik dibandingkan bulan Mei maupun Juni tahun lalu sama-sama mengalami kenaikan. Ini menunjukkan tingkat hunian kamar semakin tinggi," katanya, Kamis (6/8/2026).
Kenaikan juga terjadi pada hotel nonbintang. BPS mencatat TPK hotel nonbintang pada Juni 2026 mencapai 8,13%, meningkat 3,96 poin dibandingkan Mei 2026 dan naik 6,96 poin dibandingkan Juni 2025.
Joko menjelaskan meningkatnya TPK menunjukkan jumlah kamar yang terisi semakin banyak dibandingkan periode sebelumnya sehingga menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Kota Jogja.
"Artinya kamar yang digunakan terhadap kamar yang tersedia lebih banyak dibandingkan bulan sebelumnya maupun tahun lalu. Jadi indikator pariwisatanya bagus," ujarnya.
Lama Menginap Tamu Hotel Relatif Stabil
Selain tingkat hunian, BPS Kota Jogja juga mencatat rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Juni 2026 mencapai 1,53 malam.
Angka tersebut turun 0,06 malam dibandingkan Mei 2026, namun meningkat 0,06 malam dibandingkan Juni 2025.
Jika dilihat berdasarkan jenis tamu, wisatawan mancanegara rata-rata menginap selama 2,16 malam di hotel berbintang. Angka itu meningkat dibandingkan 2,11 malam pada Mei 2026 dan juga lebih tinggi dibandingkan 2,13 malam pada Juni tahun sebelumnya.
Sebaliknya, rata-rata lama menginap wisatawan domestik di hotel berbintang turun tipis dari 1,57 malam pada Mei menjadi 1,51 malam pada Juni 2026, meski relatif sama dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk hotel nonbintang, rata-rata lama menginap tamu tercatat 1,20 malam, turun 0,02 malam dibandingkan Mei 2026 dan relatif tidak berubah dibandingkan Juni 2025.
Joko menilai meningkatnya biaya transportasi, termasuk harga tiket pesawat, belum memberikan dampak terhadap tingkat hunian hotel di Kota Jogja.
Menurutnya, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara masih mampu mendorong peningkatan okupansi hotel sepanjang Juni 2026.
"Tingkat hunian kamarnya tidak mengalami penurunan. Memang biaya transportasi naik, tetapi baik tamu asing maupun tamu nusantara masih mampu mendorong kenaikan tingkat hunian kamar," katanya.
Wisatawan Domestik Masih Mendominasi
BPS Kota Jogja juga mencatat wisatawan domestik tetap menjadi kelompok tamu terbesar di hotel berbintang maupun nonbintang.
Pada Juni 2026, komposisi tamu hotel di Kota Jogja terdiri atas 96,38% wisatawan domestik dan 3,62% wisatawan mancanegara.
Jika dirinci, proporsi tamu asing di hotel berbintang mencapai 3,53%, sedangkan pada hotel nonbintang sebesar 3,79%.
Namun demikian, Joko mengingatkan bahwa angka tersebut hanya menunjukkan komposisi tamu pada masing-masing kelompok hotel dan bukan jumlah keseluruhan wisatawan.
"Yang bisa dilihat adalah komposisinya, bukan jumlah tamunya, karena persentasenya dihitung terhadap populasi masing-masing hotel," katanya.
Kenaikan tingkat hunian hotel pada Juni 2026 memperlihatkan sektor pariwisata Kota Jogja masih bergerak positif, dengan wisatawan domestik tetap menjadi penopang utama aktivitas perhotelan di daerah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.
Investasi enam perusahaan tekstil hingga Agustus 2026 diproyeksikan membuka 9.000–9.800 lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri nasional.
BBWSSO menormalisasi Sungai Serang di Kulonprogo sepanjang Agustus 2026 untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga pasokan air irigasi.
Donald Trump menyatakan masih ingin mencapai kesepakatan dengan Iran dan mengaku sempat membatalkan rencana serangan karena peluang diplomasi.
BPS mencatat tingkat hunian hotel di Kota Jogja naik pada Juni 2026. Wisatawan domestik masih mendominasi dengan porsi 96,38 persen.
BGN memprioritaskan pembangunan dan aktivasi dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi. SPPG juga wajib mengantongi SLHS paling lambat 10 Agustus 2026.