Inflasi DIY Agustus 2026 Capai 3,07 Persen, Ini Pemicu Utamanya

Anisatul Umah
Anisatul Umah Selasa, 01 September 2026 19:37 WIB
Inflasi DIY Agustus 2026 Capai 3,07 Persen, Ini Pemicu Utamanya

Inflasi - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Inflasi DIY pada Agustus 2026 tercatat 3,07% secara tahunan, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 2,54%. Secara bulanan, DIY mengalami inflasi sebesar 0,27%, sedangkan secara tahun kalender atau year-to-date (ytd) mencapai 1,55%.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat kenaikan harga tersebut terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Daging ayam ras dan emas perhiasan menjadi komoditas yang cukup dominan dalam mendorong inflasi DIY.

Plt. Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,89% dengan memberikan andil 0,25% terhadap inflasi bulanan DIY. Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 0,37% dengan andil 0,03%.

"Kelompok makanan minuman dan tembakau utamanya disebabkan karena kenaikan daging ayam ras. Kelompok perawatan pribadi disebabkan karena naiknya harga komoditas emas perhiasan," ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Daging Ayam Ras Jadi Penyumbang Terbesar

Jika dilihat berdasarkan komoditas, daging ayam ras menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar di DIY dengan andil 0,15%. Setelah itu terdapat buncis dengan andil 0,05%, kacang panjang 0,04%, emas perhiasan 0,02%, dan beras 0,02%.

Namun, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan harga. Sejumlah komoditas justru memberikan tekanan deflasi pada Agustus 2026.

BPS DIY mencatat bawang merah memberikan andil deflasi sebesar -0,05%, tomat -0,04%, angkutan udara -0,03%, bensin -0,03%, serta bawang putih -0,02%.

Di sisi lain, kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar -0,40% dengan andil -0,05%. Kondisi tersebut terjadi seiring turunnya tarif pesawat terbang dan harga bensin.

Inflasi Tahunan DIY Naik dari 2,54%

Secara tahunan, inflasi DIY pada Agustus 2026 mencapai 3,07%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada Juli 2026 yang tercatat sebesar 2,54%.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan DIY. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 13,81% dengan andil 0,93%, terutama dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyusul dengan inflasi 3,14% dan memberikan andil 0,88%. Komoditas yang menjadi penyumbang utamanya adalah daging ayam ras.

Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi 4,34% dengan andil sebesar 0,56% terhadap inflasi tahunan DIY.

Endang menjelaskan sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi tahunan DIY. Emas perhiasan memberikan andil 0,89%, bensin 0,34%, daging ayam ras 0,15%, beras 0,10%, dan minyak goreng 0,09%.

Adapun beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi tahunan. Kelapa tercatat -0,15%, bawang merah -0,11%, telur ayam ras -0,07%, tomat -0,06%, dan daun melinjo -0,02%.

Inflasi Nasional Agustus 2026

Pada periode yang sama, inflasi nasional juga tercatat mengalami kenaikan. BPS mencatat inflasi bulanan Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 0,21%.

Kenaikan tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang bergerak dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus 2026. Secara tahunan, inflasi nasional mencapai 3,19%, sedangkan secara tahun kalender tercatat 1,86%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu kelompok pengeluaran yang paling besar mendorong inflasi bulanan.

Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,57% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,17%.

"Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama daging ayam ras dengan andil inflasi 0,17%.
kemudian cabai rawit, ikan segar, dan juga beras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02%," ujarnya.

Dengan demikian, data BPS menunjukkan tekanan harga di DIY pada Agustus 2026 tidak hanya berasal dari kelompok pangan. Kenaikan harga emas perhiasan juga menjadi faktor penting, terutama dalam membentuk inflasi tahunan DIY yang mencapai 3,07%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online