Giant Sea Wall Pantura Mulai Groundbreaking Oktober, Ini Tahapannya
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo (Antara/Hery Sidik)\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Yogyakarta mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) memiliki pengurus yang kompeten agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengatakan penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu perhatian pemerintah. Pelatihan dan sertifikasi diberikan kepada pengurus maupun pengawas koperasi.
"KKMP harus didukung pengurus yang kompeten, karena itu kami memberikan pelatihan dan mendorong sertifikasi bagi pengurus maupun pengawas koperasi," kata Tri Karyadi Riyanto Raharjo di Yogyakarta, Kamis.
30 KKMP Sudah Mulai Beroperasi
Dari total 45 KKMP yang ada di Jogja, sebanyak 30 koperasi atau sekitar 70 persen telah mulai beroperasi.
Koperasi tersebut sudah melakukan transaksi usaha dengan masyarakat maupun konsumen. Sementara KKMP lainnya masih mencari bentuk usaha yang sesuai dengan potensi wilayah dan kapasitas masing-masing.
Pemkot Jogja terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan koperasi. Langkah tersebut disertai pelatihan serta sertifikasi bagi pengurus dan pengawas lembaga ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat desa atau kelurahan tersebut.
KKMP Didorong Bangun Kemitraan
Tri mengatakan KKMP yang masih berada pada tahap awal pengembangan menghadapi sejumlah keterbatasan, mulai dari modal, SDM, produk, hingga sarana dan prasarana.
Karena itu, koperasi didorong membangun kemitraan dengan berbagai pihak agar dapat tumbuh secara berkelanjutan. Pemkot Jogja juga menjalankan business mentoring bersama koperasi maupun perusahaan yang telah lebih dahulu berkembang.
Menurut Tri, kolaborasi menjadi kunci pengembangan KKMP. Pengoperasian koperasi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu dinas, tetapi dilakukan melalui sinergitas antar-OPD dan berbagai mitra.
"Tidak semata-mata satu dinas yang mengoperasikan. KKMP ini dikeroyok bersama melalui sinergitas antar-OPD (organisasi perangkat daerah) dan berbagai mitra," katanya.
Wali Kota Minta KKMP Tak Sekadar Berdiri
Pemkot Jogja juga menekankan pentingnya aktivitas usaha setelah KKMP diluncurkan. Koperasi diharapkan tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi segera memiliki kegiatan bisnis.
"Target dari Pak Wali Kota setelah diluncurkan harus ada aktivitas. Jangan hanya berdiri, sehingga aktivitas bisnisnya harus ada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.