AS Belum Serang Iran Lagi, Tekanan ke Teheran Berlanjut
AS belum berencana melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat, tetapi tetap membuka opsi militer jika Iran menyerang lebih dulu.
Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Gunungkidul meningkat selama musim kemarau. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat 49 kejadian karhutla telah ditangani sepanjang Mei hingga Agustus 2026, dengan tafsiran luas lahan terdampak mencapai sekitar 49,5 hektare.
Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Damkar Kabupaten Gunungkidul Bejo Ngadiyono mengatakan penanganan karhutla mulai meningkat sejak memasuki musim kemarau sekitar Mei.
"Tafsiran luas lahan terdampak sekitar 49,5 ha," katanya di Gunungkidul, Kamis (27/8/2026).
Agustus Jadi Puncak Karhutla Gunungkidul
Dari puluhan kejadian yang ditangani, Agustus menjadi bulan dengan kasus karhutla terbanyak. Bejo mencatat terdapat 30 kejadian kebakaran hutan dan lahan selama Agustus.
"Puncak kejadian karhutla terjadi di bulan Agustus dengan total kejadian mencapai 30 kali," ujarnya.
Menurut Bejo, kebakaran dapat dipicu aktivitas manusia maupun faktor lainnya. Salah satunya pembakaran sampah yang kemudian merembet, sementara cuaca ekstrem membuat vegetasi hutan mengering sehingga lebih mudah terbakar.
Kebiasaan sebagian petani di Gunungkidul membakar dedaunan kering untuk membersihkan lahan juga menjadi salah satu pemicu. Api yang tertiup angin kemudian dapat merembet dan meluas.
"Aturan perda itu sudah ada pelarangan membakar hutan atau lahan," katanya.
Dua Lansia Meninggal Saat Karhutla
Karhutla tercatat terjadi di sejumlah kapanewon, di antaranya Semanu, Nglipar, dan Playen. Beberapa kejadian bahkan menimbulkan korban jiwa.
"Terkait korban jiwa, itu waktunya di bulan Juli di Kapanewon Rongkop sama Semanu," ujarnya.
Bejo menjelaskan dua korban jiwa dalam kejadian karhutla di Kapanewon Rongkop dan Semanu tersebut bermula ketika warga sedang membersihkan lahan. Api kemudian membesar dan sulit dikendalikan.
"Pemilik lahan itu, panik kemudian berusaha memadamkan namun malah pingsan dan pingsannya tuh justru masuk ke dalam api," katanya.
Berdasarkan catatan Bejo, kedua korban merupakan lanjut usia (lansia) yang meninggal dunia akibat kejadian karhutla. Waktu kejadian kedua kasus tersebut juga hampir bersamaan.
"Waktunya hampir bersamaan kalau tidak salah hanya selang 10 hari," ujarnya.
Sehari Pernah Tiga Kali Karhutla
Dengan potensi musim kemarau yang masih berlangsung cukup panjang, Bejo mengatakan tim Damkar perlu meningkatkan kesiapsiagaan, baik untuk pencegahan maupun penanganan kebakaran.
Frekuensi kejadian yang cukup tinggi membuat petugas harus siap menghadapi kebakaran berulang dalam satu hari.
"Sehari itu pernah tiga kali (kejadian) karhutla," katanya.
Namun, upaya penanganan kebakaran di wilayah Gunungkidul masih menghadapi kendala keterbatasan pos Damkar. Saat ini hanya terdapat dua pos yang harus melayani seluruh wilayah kabupaten tersebut.
"Jadi di Gunungkidul hanya ada dua pos, padahal luasan daerahnya hampir separuh wilayah DIY," ujarnya.
Kondisi geografis dan luas wilayah tersebut berpotensi membuat waktu penanganan lebih lama apabila lokasi kebakaran berada jauh dari pos Damkar. Bejo mencontohkan kejadian di Panggang yang jaraknya cukup jauh dari pos Damkar di Wonosari.
"Jadi taruhlah kalau kebakaran di Panggang itu kan sangat jauh dari pos kami yang ada di Wonosari, itu kendala kami," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
AS belum berencana melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat, tetapi tetap membuka opsi militer jika Iran menyerang lebih dulu.
Pemkot Jogja mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih didukung pengurus kompeten. Dari 45 koperasi, 30 sudah beroperasi.
Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin kembali dipanggil Kejati Sulsel sebagai saksi kasus bibit nanas Rp60 miliar.
IHSG diprediksi melanjutkan penguatan Jumat 28 Agustus 2026. DEWA, ENRG, ICBP, dan PTRO masuk radar rekomendasi analis.
BMKG memprakirakan sejumlah kota besar hujan dan berkabut hari ini. Jogja diprediksi cerah dengan suhu mencapai 30°C.
Gunung Semeru mengalami 21 kali gempa letusan dalam enam jam. Status Level III Siaga, warga diminta menjauhi kawasan rawan.