Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ubur-Ubur - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai di Kabupaten Gunungkidul diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan ubur-ubur yang kembali terjadi pada musim kemarau tahun ini. Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga pertengahan September 2026.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Marjono, menyebutkan bahwa kemunculan ubur-ubur—yang oleh warga setempat dikenal sebagai inpes—sudah mulai terlihat sejak awal bulan ini di sejumlah titik wisata pantai selatan.
Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 15 pengunjung mengalami sengatan ubur-ubur saat beraktivitas di kawasan pantai. Lokasi kejadian tersebar di beberapa titik wisata populer seperti Pantai Sepanjang, Kukup, Sadranan, hingga Sundak.
“Untuk lokasinya berada di Pantai Sepanjang, Kukup, Sadranan, hingga Sundak,” kata Marjono, Selasa (30/6/2026).
Fenomena Musiman Pantai Selatan
Marjono menjelaskan bahwa kemunculan ubur-ubur di kawasan pantai selatan merupakan siklus tahunan yang hampir selalu terjadi pada periode tertentu. Biasanya, fenomena ini muncul mulai Juni dan dapat berlangsung hingga pertengahan September.
Namun, intensitas kemunculan ubur-ubur tidak terjadi setiap hari karena sangat dipengaruhi kondisi arus laut dan arah angin. Dalam dua hari terakhir, misalnya, tidak ditemukan aktivitas ubur-ubur sehingga tidak ada laporan korban baru.
Meski demikian, sebelumnya pada Minggu (28/6/2026), tercatat sembilan wisatawan harus mendapatkan penanganan akibat tersengat saat berada di area pantai.
Anak-anak Paling Rentan Tersengat
Pihak Satlinmas telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menyediakan obat-obatan pertolongan pertama di sejumlah pos penjagaan pantai. Menurut Marjono, ubur-ubur sering kali menarik perhatian pengunjung karena bentuk dan warnanya yang terlihat indah, padahal berpotensi menyebabkan sengatan.
“Paling banyak yang menjadi korban merupakan anak-anak,” ujarnya.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdiyanto, menambahkan bahwa efek sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan rasa panas pada kulit, nyeri, gatal, hingga sesak napas pada kasus tertentu.
“Jika tersentuh jangan panik, kemudian bilas di area tersengat dengan air biasa atau air laut. Tujuannya agar tentakel dari ubur-ubur bisa terlepas dari kulit,” katanya.
Imbauan Keselamatan di Area Pantai
Selain penanganan medis awal, petugas juga terus meningkatkan pengawasan di kawasan pantai untuk mencegah wisatawan bermain di area berbahaya. Jika ditemukan kondisi yang membahayakan, petugas akan langsung memberikan peringatan kepada pengunjung.
Pihak Satlinmas juga memastikan kesiapsiagaan personel tetap ditingkatkan selama musim liburan untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut, termasuk kemungkinan sengatan ubur-ubur yang kembali meningkat di musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.