Besok Pilihan Lurah Serentak Digelar di 31 Kalurahan Gunungkidul, Ini Daftarnya
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Ubur-Ubur - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai di Kabupaten Gunungkidul diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan ubur-ubur yang kembali terjadi pada musim kemarau tahun ini. Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga pertengahan September 2026.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Marjono, menyebutkan bahwa kemunculan ubur-ubur—yang oleh warga setempat dikenal sebagai inpes—sudah mulai terlihat sejak awal bulan ini di sejumlah titik wisata pantai selatan.
Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 15 pengunjung mengalami sengatan ubur-ubur saat beraktivitas di kawasan pantai. Lokasi kejadian tersebar di beberapa titik wisata populer seperti Pantai Sepanjang, Kukup, Sadranan, hingga Sundak.
“Untuk lokasinya berada di Pantai Sepanjang, Kukup, Sadranan, hingga Sundak,” kata Marjono, Selasa (30/6/2026).
Fenomena Musiman Pantai Selatan
Marjono menjelaskan bahwa kemunculan ubur-ubur di kawasan pantai selatan merupakan siklus tahunan yang hampir selalu terjadi pada periode tertentu. Biasanya, fenomena ini muncul mulai Juni dan dapat berlangsung hingga pertengahan September.
Namun, intensitas kemunculan ubur-ubur tidak terjadi setiap hari karena sangat dipengaruhi kondisi arus laut dan arah angin. Dalam dua hari terakhir, misalnya, tidak ditemukan aktivitas ubur-ubur sehingga tidak ada laporan korban baru.
Meski demikian, sebelumnya pada Minggu (28/6/2026), tercatat sembilan wisatawan harus mendapatkan penanganan akibat tersengat saat berada di area pantai.
Anak-anak Paling Rentan Tersengat
Pihak Satlinmas telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menyediakan obat-obatan pertolongan pertama di sejumlah pos penjagaan pantai. Menurut Marjono, ubur-ubur sering kali menarik perhatian pengunjung karena bentuk dan warnanya yang terlihat indah, padahal berpotensi menyebabkan sengatan.
“Paling banyak yang menjadi korban merupakan anak-anak,” ujarnya.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdiyanto, menambahkan bahwa efek sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan rasa panas pada kulit, nyeri, gatal, hingga sesak napas pada kasus tertentu.
“Jika tersentuh jangan panik, kemudian bilas di area tersengat dengan air biasa atau air laut. Tujuannya agar tentakel dari ubur-ubur bisa terlepas dari kulit,” katanya.
Imbauan Keselamatan di Area Pantai
Selain penanganan medis awal, petugas juga terus meningkatkan pengawasan di kawasan pantai untuk mencegah wisatawan bermain di area berbahaya. Jika ditemukan kondisi yang membahayakan, petugas akan langsung memberikan peringatan kepada pengunjung.
Pihak Satlinmas juga memastikan kesiapsiagaan personel tetap ditingkatkan selama musim liburan untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut, termasuk kemungkinan sengatan ubur-ubur yang kembali meningkat di musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.