Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan Anggota DPRD Gunungkidul Eckwan Mulyana saat menghadiri kegiatan gotong royong di Padukuhan Bedil Kulon, Rejosari, Semin, Kamis (24/9/2026)./istimewa-Humas Pemkab Gunungkidul\r\n\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Kegiatan gotong royong warga di Kapanewon Semin, Gunungkidul, tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki infrastruktur lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi kebencanaan. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengajak masyarakat aktif bergotong royong sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan kerja bakti di Padukuhan Bedil Kulon, Rejosari, Semin, Kamis (24/9/2026). Menurut Endah, gotong royong sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gunungkidul sehingga perlu terus digalakkan.
“Masyarakat Gunungkidul erat dengan kegiatan gotong royong karena sudah menjadi ciri khas, makanya terus kita galakkan,” kata Mbak Endah, sapaan akrabnya.
Talut dan Drainase Jadi Fokus
Endah menegaskan kerja bakti bukan sekadar kegiatan seremonial karena masyarakat ikut terlibat langsung dalam pelaksanaannya. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan TNI dan Polri yang turut membantu pelaksanaan program.
“Gotong royong adalah wujud nyata dan kepedulian bersama untuk pembangunan. Ini menjadi kekuatan sosial yang tidak bisa ditandingi siapa pun karena seluruh elemen bahu membahu menyukseskannya,” kata Bupati.
Di sisi lain, kerja bakti di Semin menjadi bagian dari mitigasi bencana. Meskipun kondisi saat ini masih memasuki musim kemarau, potensi bencana hidrometeorologi tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu banjir, tanah longsor hingga angin kencang.
Karena itu, pembangunan talut dan drainase menjadi salah satu fokus kegiatan.
“Fokus utama adalah membangun talut dan drainase sebagai upaya mitigasi bencana saat musim hujan mendatang. Makanya mulai diantisipasi sejak dari sekarang,” kata Endah.
Pemkab Gunungkidul juga berkomitmen meningkatkan program mitigasi kebencanaan di wilayah Bumi Handayani. Salah satu kegiatan yang disiapkan ialah pengerukan alur sungai untuk mengurangi risiko banjir yang dituangkan dalam kegiatan APBD Perubahan 2026.
“Mitigasi sangat penting untuk mengurangi dampak saat terjadi bencana,” katanya.
Infrastruktur Dikerjakan Bertahap
Anggota DPRD Gunungkidul dari Kapanewon Semin, Eckwan Mulyana, menilai program gotong royong tersebut mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Ia mengakui masih banyak infrastruktur yang perlu diperbaiki, tetapi keterbatasan anggaran membuat pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap.
“Programnya ada cor rabat beton hingga pembuatan talut. Selain untuk perbaikan infrastruktur, juga menjadi bagian untuk mitigasi kebencanaan,” kata Eckwan.
Menurut Eckwan, kegiatan gotong royong juga menjadi bagian dari realisasi penyerapan aspirasi yang diperolehnya ketika turun dan bertemu dengan warga. Ia menyatakan komitmennya untuk membantu perbaikan infrastruktur di masyarakat.
“kami komitmen untuk membantu dalam upaya perbaikan infrastruktur di masyarakat,” kata Dewan yang sering membantu mengangkat jenazah di acara pemakaman warga ini.
Sejumlah Padukuhan Jadi Lokasi Pembangunan
Panewu Semin, Dasno, mengatakan kegiatan gotong royong yang berlangsung di Kapanewon Semin mencakup sejumlah proyek infrastruktur. Pengerjaan proyek tersebut melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.
Salah satu program berupa cor rabat jalan dilaksanakan di Padukuhan Bedil Kulon, Rejosari. Kegiatan serupa juga dilakukan di Padukuhan Tahunan, Bulurejo dan Purwo di Kalurahan Karangsari.
Selain cor rabat jalan, pembangunan talut dilakukan di sejumlah wilayah. Lokasinya meliputi Padukuhan Tulung, Sumberejo; Padukuhan Tambran Kidul, Kalitekuk; serta Padukuhan Parangan, Semin.
“Ada juga pembuatan talut jembatan di Padukuhan Widoro di Kalurahan Bendung,” katanya.
Berbagai pekerjaan tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan warga dalam pembangunan infrastruktur di tingkat padukuhan. Pembangunan talut, drainase, jalan, hingga pengerukan alur sungai diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari langkah mitigasi kebencanaan di Gunungkidul.
Dengan potensi bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai menjelang musim hujan, Pemkab Gunungkidul mendorong kesiapsiagaan dilakukan sejak sebelum bencana terjadi. Gotong royong menjadi salah satu cara yang digunakan untuk melibatkan masyarakat dalam upaya tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
John Herdman menilai Singapura disiplin secara taktik dan solid dalam bertahan menjelang laga pembuka Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Adik Arie Kriting, Salimuddin alias Amal, meninggal dunia di Bau-Bau. Amal sedianya menikah pada 10 Oktober 2026.
Apple Maps menawarkan rute jalan kaki khusus, penyimpanan offline, integrasi Apple Watch, serta petunjuk navigasi melalui Dynamic Island.
BGN menghentikan sementara SPPG Bawang setelah ratusan penerima MBG diduga keracunan. Kepala SPPG juga dicopot.
Ditjenpas Jabar mendalami dugaan pungutan Rp150 ribu per pekan terhadap warga binaan di Lapas Cibinong.