Suami Lawan Istri Warnai Pemilihan Lurah di Gunungkidul, Ini Alasannya
Pilur Gunungkidul dimulai. Dua lurah kembali menghadapi istri sebagai calon karena tidak ada bakal calon lain yang mendaftar.
Aktivitas lalu lintas di dekat proyek pembangunan drainase di kawasan Pasar Ngawen di Kalurahan Kampung, Ngawen, Kamis (24/9/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp967 juta untuk memperbaiki ruas jalan di depan Pasar Ngawen, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen. Selain pengaspalan, proyek tersebut dilengkapi pembangunan drainase untuk mengatasi persoalan air yang selama ini menjadi salah satu penyebab jalan cepat rusak.
Perbaikan jalan yang masuk dalam ruas Ngawen-Jurangjero itu ditargetkan selesai pada 18 Oktober 2026. Pengerjaan dilakukan selama 90 hari dan hingga Kamis (24/9/2026) berjalan dengan lancar.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan kondisi jalan di depan Pasar Ngawen sudah mengalami kerusakan cukup lama.
Pemkab Gunungkidul sebelumnya mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk perbaikan ruas tersebut. Setelah melalui proses lelang, nilai pekerjaan ditetapkan sebesar Rp967.437.000.
“Setelah melalui proses Lelang, pengerjaan di ruas ini menghabiskan anggaran Rp967.437.000,” kata Wadiyana, Kamis (24/9/2026).
Jalan Rusak karena Tak Ada Saluran Air
Wadiyana menjelaskan pengerjaan berlangsung selama 90 hari dan akan berakhir pada 18 Oktober 2026. Menurut dia, perkembangan proyek hingga saat ini cukup baik karena pekerjaan tidak hanya berfokus pada pengaspalan.
Pembangunan drainase menjadi bagian penting dalam proyek tersebut. Berdasarkan kajian lapangan, air selama ini masuk ke badan jalan karena tidak tersedia saluran pembuangan yang memadai.
“Hasil kajian lapangan diketahui jalan di depan Pasar Ngawen sering rusak karena tidak ada saluran pembuangan sehingga air masuk ke jalan. Makanya, perbaikan tahun ini tidak hanya mengaspal jalan rusak, tapi ada pembuatan drainase,” katanya.
Dengan adanya drainase, air diharapkan dapat dialirkan sehingga tidak lagi menggenangi atau masuk ke badan jalan. Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan agar perbaikan jalan tidak hanya menyelesaikan kerusakan permukaan.
Wadiyana optimistis pekerjaan dapat selesai sesuai target. Perkembangan di lapangan menunjukkan pengerjaan drainase hampir selesai.
“Yang lama pembuatan drainase karena pengaspalan bisa kelar dalam sehari karena ruas diperbaiki hanya sepanjang 200 meter. Kami yakin, semua bisa selesai tepat waktu,” katanya.
DPRD Gunungkidul Minta Kualitas Dijaga
Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Rian Eko Wibowo meminta Pemkab Gunungkidul memperhatikan kualitas dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Menurut dia, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu.
“Tidak boleh asal jadi, tapi kualitasnya harus benar-benar diperhatikan,” katanya.
Komisi C DPRD Gunungkidul yang memiliki tugas pokok dan fungsi di bidang infrastruktur juga berencana melakukan pengecekan langsung di sejumlah titik yang masuk dalam program prioritas pembangunan milik bupati.
Rian mengatakan pengawasan diperlukan untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan. Pengecekan lapangan juga menjadi bagian dari upaya memastikan proyek selesai tepat waktu dan memiliki kualitas sesuai kebutuhan.
“Tugas kita adalah mengawasi, makanya akan dilakukan sidak agar infratruktur yang dikerjakan selesai tepat waktu dan berkualitas,” katanya.
Menurut Rian, pengawasan juga penting untuk mengantisipasi keterlambatan pengerjaan. Proyek yang molor dapat berpengaruh terhadap capaian penyerapan anggaran, terlebih apabila pekerjaan memasuki akhir tahun ketika kondisi cuaca dapat menjadi kendala.
“Jangan sampai mepet akhir tahun karena hujan bisa menjadi kendala sehingga dapat berpengaruh terhadap pengerjaan,” katanya.
Dengan target penyelesaian pada 18 Oktober 2026, Pemkab Gunungkidul diharapkan dapat menuntaskan perbaikan jalan sepanjang 200 meter tersebut sekaligus memastikan drainase berfungsi sesuai perencanaan. Komisi C DPRD Gunungkidul akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul dimulai. Dua lurah kembali menghadapi istri sebagai calon karena tidak ada bakal calon lain yang mendaftar.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak warga Semin aktif gotong royong untuk memperkuat mitigasi bencana menghadapi musim hujan.
PSSI mempercepat pemulihan Lapangan Sidolig Bandung untuk latihan tim FIFA ASEAN Cup 2026. Stadion Si Jalak Harupat dinyatakan siap.
Komnas HAM mengusulkan tim gabungan investigasi lintas instansi untuk mengurai fakta konflik Papua dan menangani dampak kemanusiaannya.
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar. Pemda DIY tetap memprioritaskan kawasan selatan dan program pengentasan kemiskinan.