Sembilan Kambing Warga Rongkop Mati Diduga Diserang Anjing Liar
Sembilan kambing milik warga Bohol, Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka gigitan. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Proses pengerukan mulut Luweng Ngegong di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Normalisasi dilakukan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut, Sabtu (31/10/2026)./Istimewa-DPUPKP Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp255 juta untuk normalisasi Luweng Ngegong di Padukuhan Rejosari, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Pengerukan mulut luweng hingga kedalaman sekitar lima meter dilakukan untuk memperlancar aliran air hujan dan mengurangi risiko banjir yang selama ini menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
Pekerjaan normalisasi tersebut menjadi perhatian karena banjir di kawasan sekolah yang dikenal masyarakat sebagai SMK Kelautan Tanjungsari kerap terjadi setiap musim penghujan. Lokasi sekolah yang berada di dataran rendah dan jalur pembuangan air menuju Luweng Ngegong membuat kawasan itu rentan mengalami genangan.
Salah seorang warga Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Surisdiyanto, mengatakan persoalan banjir di kawasan tersebut telah berlangsung berulang kali ketika musim hujan tiba. Kondisi saluran pembuangan yang tidak lancar turut memperparah genangan.
Menurutnya, mulut Luweng Ngegong sebelumnya tertutup lumpur akibat sedimentasi. Akibatnya, air hujan yang seharusnya mengalir menuju luweng tidak dapat terbuang secara optimal.
“Banjir di kawasan SMK Kelautan hampir terjadi di setiap musim hujan,” kata Suris, Selasa (3/11/2026).
Pengerukan Luweng Ngegong Capai Kedalaman Lima Meter
Surisdiyanto mengapresiasi adanya pengerukan di kawasan Luweng Ngegong yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Ia berharap normalisasi tersebut dapat mengembalikan fungsi luweng sebagai tempat pembuangan air hujan sehingga risiko banjir di sekitar SMK Kelautan Tanjungsari berkurang.
“Harapannya potensi banjir bisa dicegah,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Sigit Swastono, membenarkan adanya pekerjaan normalisasi Luweng Ngegong di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari.
Menurut Sigit, total anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut mencapai Rp255 juta. Hingga Selasa (3/11/2026), progres pengerjaan telah mencapai 77% dari target.
“Sekarang progresnya sudah 77% dari target. Rencananya, normalisasi Luweng Ngegong selesai pada 21 November mendatang,” kata Sigit.
Salah satu pekerjaan utama dalam proyek tersebut adalah mengeruk bagian mulut luweng untuk menemukan saluran air yang tertutup sedimentasi lumpur. Pengerukan dilakukan menggunakan alat berat hingga kedalaman sekitar lima meter.
“Dikeruk menggunakan alat berat dengan kedalaman lima meter. Setelah dikeruk mulut luweng bisa dipergunakan masuk orang dewasa, padahal sebelumnya tertutup lumpur dan tanah,” ungkapnya.
Saluran Pembuangan Air Juga Dibangun
Selain pengerukan, DPUPRKP Gunungkidul juga mengerjakan pembuatan saluran pembuangan air yang mengarah langsung ke mulut Luweng Ngegong.
Keberadaan saluran tersebut diharapkan memperlancar aliran air hujan menuju luweng. Dengan begitu, air tidak kembali menggenang di kawasan sekolah dan lingkungan sekitarnya ketika curah hujan meningkat.
“Tujuan utama normalisasi Luweng Ngegong untuk mengurangi risiko banjir di kawasan ini,” katanya.
Sigit menjelaskan dampak banjir di kawasan tersebut tidak hanya dirasakan oleh lingkungan sekolah. Ketika genangan terjadi, akses menuju kawasan wisata pantai juga dapat terputus sehingga perjalanan wisatawan harus dialihkan melalui jalur lain.
Luas wilayah yang terdampak banjir tercatat mencapai 7,4 hektare. Area yang terendam mencakup fasilitas pendidikan, jalan, lahan pertanian, hingga lapangan.
“Saat terjadi banjir area terdampak mencapai 7,4 hektare. Yang terendam tidak hanya sekolah dan jalan, tapi juga ada lahan pertanian hingga lapangan,” katanya.
Normalisasi Luweng Ngegong diharapkan dapat memperbaiki sistem pembuangan air di kawasan Kemadang, Tanjungsari. Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai 77%, proyek senilai Rp255 juta tersebut ditargetkan rampung pada 21 November 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sembilan kambing milik warga Bohol, Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka gigitan. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Kejagung membantah kabar penangkapan jenderal Polri. Sementara itu, Polri masih mengecek isu pemeriksaan dua petinggi terkait kerusuhan Jogja.
Aliansi Jogja Memanggil menagih janji Wali Kota Hasto Wardoyo menanggung biaya pengobatan korban kerusuhan 28 Oktober 2026.
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.
RSJ Grhasia DIY memperluas layanan kesehatan nonjiwa dengan membangun gedung baru yang akan menyediakan layanan spesialis penyakit dalam, anak, dan kebidanan.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai sekitar Rp58 miliar, melampaui target Rp57 miliar. Pemkab tetap mendorong kepatuhan wajib pajak.