Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— BPBD Gunungkidul memastikan belum ada laporan kerusakan akibat gempa bermagnitudo 5,4 yang mengguncang wilayah selatan Gunungkidul pada Selasa (27/10/2026) malam. Hingga Rabu (28/10/2026) siang, kondisi wilayah tersebut dilaporkan aman.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan untuk mengetahui dampak gempa yang terjadi sekitar pukul 21.43 WIB.
“Kondisinya aman karena hingga siang ini tidak ada laporan kerusakan yang masuk ke BPBD,” kata Purwono, Rabu.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 137 kilometer selatan Gunungkidul, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami dan mengimbau masyarakat mewaspadai kemungkinan gempa susulan.
Warga Diimbau Tidak Panik
Purwono mengatakan gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil dapat terjadi setelah gempa utama. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Tidak boleh panik. Agar tidak menjadi korban berita bohong, maka harus mencari informasi resmi terkait dengan gempa dari BMKG sebagai acuannya,” kata mantan Panewu Purwosari tersebut.
BPBD Gunungkidul juga berkomitmen melanjutkan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan konstruksi bangunan tempat tinggal tetap aman.
Jika gempa terjadi saat berada di dalam ruangan, masyarakat perlu mengetahui jalur evakuasi dan menentukan lokasi berlindung yang aman. Setelah guncangan berhenti, warga dapat menuju area terbuka serta menghindari bangunan yang berpotensi roboh.
“Pastikan titik kumpulnya berada di lokasi yang aman dan jauh dari risiko bangunan ambruk,” katanya.
Salah seorang warga Playen, Nur, mengaku merasakan guncangan gempa pada Selasa malam. Saat itu, ia sedang berbaring di lantai sambil menonton televisi.
“Kebetulan sedang tiduran di lantai saat menonton TV. Begitu terasa, saya langsung keluar rumah,” katanya.
Nur mengatakan guncangan terasa beberapa kali. Namun, menurut pengalamannya, getaran paling kuat terjadi saat gempa pertama.
“Yang paling kerasa saat terjadi gempa pertama. Getarannya kuat, tapi saya bersyukur semua aman dan tidak ada kerusakan apa pun,” ujarnya.
Meski belum ada laporan kerusakan di Gunungkidul, masyarakat tetap diimbau memeriksa kondisi bangunan setelah gempa dan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
iPhone 18e dirumorkan membawa chip A20 2nm dan kamera depan 24MP, tetapi tetap memakai layar OLED 60Hz. Peluncurannya diprediksi pada 2027.
Laga Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia ditunda akibat cuaca buruk. Pertandingan dijadwalkan ulang pada 28 dan 31 Oktober 2026.
Karyawan menolak PHK? Simak batas waktu mengajukan keberatan, proses bipartit, penyelesaian perselisihan, dan aturan pesangon.
Indonesia naik ke peringkat kedua destinasi ramah Muslim dunia versi GMTI 2026 dengan skor 79, menyamai Türkiye dan Arab Saudi.
BPBD Gunungkidul menyatakan belum menerima laporan kerusakan setelah gempa M5,4 pada Selasa malam. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi BMKG.