30 Ban Pengaman Jalur Wediombo Terbakar, Warga Cari Pengganti
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Penumpang sedang naik Trans Jogja di depan Pasar Bantul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wacana perluasan layanan Trans Jogja hingga Gunungkidul belum terealisasi meski kajiannya telah disusun pada 2025. Pemkab Gunungkidul berharap rencana tersebut bisa diwujudkan untuk mempermudah mobilitas warga sekaligus menyediakan transportasi umum yang aman dan nyaman.
Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Gunungkidul, Arika Damayanti, mengatakan kajian perluasan rute Trans Jogja ke Gunungkidul telah disusun pada 2025. Namun, hingga Minggu (25/10/2026), belum ada perkembangan lebih lanjut mengenai realisasi rute tersebut.
“Belum ada perkembangannya. Terakhir disusun kanjian Trans Jogja dengan rute ke Gunungkidul oleh DPRD DIY di 2025 lalu,” kata Arika, Minggu (25/10/2026).
Arika berharap rute baru Trans Jogja dapat segera direalisasikan. Kehadiran layanan tersebut diharapkan memudahkan mobilitas berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar dan pekerja hingga wisatawan, melalui transportasi yang terintegrasi.
“Dengan adanya transportasi yang aman dan nyaman ini, maka masyarakat bisa beralih ke transportasi umum,” katanya.
Kurangi Kepadatan Jalan Jogja-Wonosari
Menurut Arika, peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum berpotensi membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Jogja-Wonosari. Upaya tersebut juga diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan di jalur penghubung Jogja dan Gunungkidul itu.
“Kalau kepadatan arus kendaraan bisa diurai maka Risiko kecelakaan juga dapat dikurangi. Makanya, kami mendukung wacana pembukaan rute Trans Jogja ke Gunungkidul,” katanya.
Dukungan terhadap rencana tersebut juga disampaikan Markus Yuwono, warga Kalurahan Ngawu, Playen. Ia menilai lalu lintas di Jalan Jogja-Wonosari semakin padat, terutama pada pagi dan sore hari, ketika banyak warga menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Markus membandingkan kondisi saat ini dengan awal 2000-an. Menurut dia, pada masa itu angkutan umum masih banyak digunakan masyarakat untuk perjalanan pulang-pergi antara Jogja dan Wonosari.
“Saya dulu waktu kuliah sering naik bus ke Jogja karena masih banyak. Tapi sekarang, lebih banyak memilih menggunakan motor atau mobil pribadi sehingga lalu lintas semakin padat,” katanya.
Karena itu, Markus mendukung rencana pengoperasian Trans Jogja hingga Gunungkidul sebagai alternatif transportasi bagi masyarakat. Ia menilai kualitas fasilitas akan menjadi salah satu faktor yang mendorong warga beralih menggunakan angkutan umum.
“Kalau fasilitasnya bagus, maka warga pasti mau menggunakan transportasi umum,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Atlet selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal saat Porprov Jateng 2026 di Semarang. Panitia masih menelusuri kronologi kejadian.
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.
Jogja Expo 2026 membuka peluang UMKM DIY memasuki rantai pasok haji dan umrah. Kerja sama awal yang terbentuk mencapai sekitar Rp1 miliar.