Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 16 Oktober 2026 21:07 WIB
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya

Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto/ Gunungkidulkab

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan alasan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda peringatan Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul. Ia menyebut kondisi kesehatan, yakni sakit gigi yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan dokter.

Ketidakhadiran Joko menjadi perhatian karena ia tidak terlihat dalam beberapa kegiatan rangkaian hari jadi, termasuk upacara peringatan di Alun-Alun Wonosari, Rabu (14/10/2026). Acara tersebut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, serta sejumlah mantan bupati.

Bupati Endah mengatakan undangan telah disampaikan kepada Joko untuk mengikuti berbagai agenda peringatan. Menurut dia, Joko juga telah dihubungi, tetapi menyampaikan izin karena sakit saat gladi bersih upacara.

“Sudah diundang dan ditelpon, tapi saat gladi bersih untuk upacara izin karena sakit gigi,” kata Endah kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Endah menjelaskan rangkaian peringatan Hari Jadi Gunungkidul meliputi ziarah makam mantan bupati, anjangsana, malam tirakatan, kenduri agung, hingga konser amal. Selain itu, terdapat gladi bersih untuk memantapkan pelaksanaan upacara yang diikuti jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Endah, undangan untuk setiap kegiatan telah disampaikan kepada wakil bupati. Namun, dalam sejumlah agenda, kehadiran Joko disebut digantikan oleh perwakilan OPD terkait.

“Setiap undangan kegiatan sudah kami sampaikan ke beliau [Wabup], tapi kadang juga ada yang didisposisi ke organisasi perangkat daerah membidangi. Kebanyakan yang hadir adalah untuk rapat paripurna DPRD, karena memang tidak bisa diwakilkan,” ujarnya.

Joko Sebut Ketidakhadiran karena Pertimbangan Kesehatan

Secara terpisah, Joko memberikan klarifikasi mengenai ketidakhadirannya dalam rangkaian peringatan hari jadi. Ia menegaskan sakit gigi membuatnya harus menjalani pemeriksaan dan penanganan dokter.

“Saya sakit gigi sehingga memerlukan pemeriksaan dan penanganan dokter. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan kesehatan sehingga tidak bisa saya abaikan,” kata Joko.

Ia juga menegaskan ketidakhadiran secara langsung dalam suatu acara tidak berarti dirinya tidak menghormati sejarah dan budaya Gunungkidul. Joko menyatakan ketidakhadirannya telah dikomunikasikan dengan Sekretariat Daerah Gunungkidul.

“Ketidakhadiran secara fisik dalam suatu acara tidak mengurangi tanggung jawab dan komitmen saya untuk terus bekerja bagi kepentingan masyarakat di Gunungkidul,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online