Kasasi Ditolak MA, Lurah Bohol Margana Segera Bebas Akhir Oktober
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Seorang warga di Kalurahan Ngalang, Gedangsari sedang menjemur gabah di pinggir jalan alternatif Gunungkidul-Sleman. Foto diambil Senin (20/2/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kemarau panjang belum dilaporkan memicu kegagalan panen padi di Gunungkidul. Petani di wilayah ini menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air, sehingga penanaman saat musim kering lebih banyak dilakukan di lahan yang masih memiliki pasokan air memadai.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan hingga Selasa (13/10/2026) pihaknya belum menerima laporan kegagalan panen yang disebabkan kemarau panjang.
“Hingga sekarang belum ada dampaknya karena tidak ada laporan kegagalan panen akibat kemarau panjang,” kata Rismiyadi.
Menurut dia, pola tanam menjadi salah satu faktor yang membantu petani mengurangi risiko gagal panen. Secara umum, wilayah Gunungkidul memiliki tiga zona dengan karakteristik dan frekuensi tanam yang berbeda.
Di wilayah selatan yang didominasi lahan tadah hujan, petani umumnya menanam padi pada musim tanam pertama saat awal musim penghujan. Sementara itu, petani di wilayah tengah dapat menanam padi dua kali dalam setahun.
Adapun di wilayah utara, penanaman padi bisa mencapai tiga kali setahun di kawasan yang memiliki kecukupan air, antara lain Kapanewon Ponjong dan Karangmojo.
“Jadi, untuk tahun ini belum ada pengaruhnya karena saat kemarau, yang ditanami padi di sawah yang benar-benar ada pasokan airnya. Kalau tidak ada, maka tidak ditanami untuk menghindari risiko kegagalan panen,” ujarnya.
Strategi tersebut membuat sebagian lahan tidak ditanami selama musim kemarau. Petani memilih menunggu hujan turun daripada memaksakan penanaman ketika pasokan air tidak mencukupi kebutuhan tanaman.
Dispertapang Gunungkidul menargetkan produksi mencapai 300.000 ton gabah kering giling (GKG) pada 2026. Rismiyadi optimistis target tersebut masih dapat tercapai hingga akhir tahun selama kondisi pertanaman berjalan sesuai perkiraan.
Ia mengatakan penanaman padi saat kemarau masih berlangsung di sejumlah lokasi yang memiliki ketersediaan air memadai. Namun, sebagian besar lahan yang tidak memiliki pasokan air cukup dibiarkan sementara hingga musim hujan tiba.
Meski belum ada laporan gagal panen akibat kemarau panjang, Rismiyadi mengingatkan risiko lain apabila hujan datang lebih lambat dari perkiraan.
Jika hujan belum turun pada November, awal musim tanam petani berpotensi mundur. Perubahan jadwal tersebut dapat berimbas pada waktu panen pada tahun berikutnya.
“Kalau hujan mundur, maka masa tanam ikut mundur sehingga panennya juga ikut mundur,” katanya.
Kondisi ini membuat waktu datangnya hujan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan petani, terutama di wilayah yang mengandalkan air hujan untuk mengolah sawah.
Di tengah kondisi pertanian yang belum dilaporkan mengalami kegagalan panen akibat kemarau, harga beras di pasaran Gunungkidul menjadi perhatian tersendiri.
Berdasarkan data pemantauan harga yang disampaikan dalam naskah, beras medium dijual sekitar Rp14.000 per kilogram. Angka tersebut berada di atas harga eceran tertinggi (HET) beras medium untuk wilayah Jawa, yakni Rp13.500 per kilogram.
Harga beras premium juga dilaporkan mencapai sekitar Rp16.000 per kilogram, lebih tinggi daripada HET yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram.
Pejabat Dinas Perdagangan dan Pangan Gunungkidul menyebut tingginya harga beli dari pedagang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual di pasar.
“Info dari pedagang harga beli sudah tinggi sehingga berpengaruh terhadap harga jual di pasaran Gunungkidul,” demikian keterangan yang disampaikan dalam naskah.
Harga beras yang melampaui HET berpotensi menambah beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang menjadikan beras sebagai kebutuhan pokok sehari-hari. Karena itu, perkembangan harga dan ketersediaan pasokan perlu terus dipantau, terpisah dari pemantauan kondisi panen di tingkat petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Jorge Martin kembali memimpin klasemen MotoGP 2026 setelah finis ketiga di Mandalika. Ia unggul dua poin atas Marc Marquez dan menyoroti tekanan ban.
Mural pelajar Jogja dalam HUT ke-270 Kota Jogja mengangkat budaya, kebersihan sungai, dan persoalan sampah melalui karya penuh pesan.
Speedtest Global Index Agustus 2026 menempatkan Indonesia di peringkat ke-70 untuk internet mobile dan ke-113 untuk fixed broadband
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan peran pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, mendampingi guru, dan menciptakan sekolah aman.
BGN menargetkan 5.000 SPPG melayani MBG secara prasmanan pada akhir 2026. Sistem ini diuji coba untuk melihat efektivitas dan manfaatnya.