Teri Terdampar di Pantai Wediombo, Warga Gunungkidul Bisa Bawa Pulang 4 Kg

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 12 Oktober 2026 17:07 WIB
Teri Terdampar di Pantai Wediombo, Warga Gunungkidul Bisa Bawa Pulang 4 Kg

Warga berkumpul untuk menangkap ikan teri yang terdampar di Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Girisubo, Gunungkidul, Minggu (11/10/2026). /Tangkapan layar Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Pelabuhan Saden

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Fenomena ikan teri yang terdampar di Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Girisubo, Gunungkidul, dimanfaatkan warga untuk mendapatkan ikan segar tanpa harus melaut. Dalam sekali berangkat, seorang warga bahkan bisa membawa pulang hingga empat kilogram ikan.

Fenomena tersebut berlangsung selama beberapa malam sejak Kamis (8/10/2026). Aktivitas warga menangkap ikan terlihat ramai pada malam hari, dengan sebagian membawa senter dan peralatan sederhana untuk mengumpulkan ikan di tepian pantai.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko, mengatakan kemunculan ikan teri yang mendekati daratan menarik perhatian ratusan orang. Warga berbondong-bondong menuju pantai untuk menangkap ikan yang tersapu gelombang hingga terdampar di pasir.

“Jadi, kalau malam suasananya ramai dan penuh dengan kerlap-kerlip lampu karena warga berebut untuk menangkap ikan teri yang terdampar,” kata Sunu saat dihubungi, Senin (12/10/2026).

Menurut Sunu, fenomena ikan terdampar di Pantai Wediombo bukan kejadian baru. Peristiwa serupa hampir terjadi setiap tahun, meski waktunya tidak bisa dipastikan.

Warga menangkap ikan menggunakan tangan maupun jaring kecil dan alat tangkap yang disebut cundit. Hasilnya beragam, bergantung pada banyaknya ikan yang mendekati tepian pantai.

Sunu menyebut jumlah ikan yang terdampar bisa mencapai ratusan kilogram hingga hitungan ton. Sebagian hasil tangkapan dijual, sedangkan sebagian lainnya dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan lauk keluarga.

“Ada yang dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram,” ujarnya.

Hasil Tangkapan untuk Lauk Keluarga

Salah seorang warga Padukuhan Nglaban, Jepitu, Girisubo, Sulardi, mengaku ikut menangkap ikan teri yang terdampar di Pantai Wediombo dalam beberapa hari terakhir. Dalam sekali berangkat, ia bisa memperoleh sekitar empat kilogram ikan.

Menurut Sulardi, kegiatan tersebut juga bisa dilakukan bersama anggota keluarga. Hasil tangkapan yang dibawa pulang cukup untuk diolah menjadi lauk makan sehari-hari.

“Lumayan hasilnya. Yang nangkap, sekeluarga bisa ikut semua,” kata Sulardi.

Ia memilih tidak menjual ikan yang diperolehnya karena jumlah tangkapan tersebut digunakan untuk konsumsi sendiri.

“Hasilnya masih diolah sendiri untuk lauk makan harian. Kalau dijual belum karena memang tangkapannya juga tidak banyak,” ujarnya.

Petugas Ingatkan Risiko Menangkap Ikan pada Malam Hari

Di tengah ramainya warga yang berburu ikan, Sunu mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan. Aktivitas yang dilakukan pada malam hari di kawasan pantai perlu disertai kewaspadaan terhadap kondisi laut.

Ia meminta warga tidak mengabaikan risiko kecelakaan laut ketika menangkap ikan di tepian pantai. Kondisi gelombang dan lingkungan sekitar perlu diperhatikan agar kegiatan tersebut tidak berujung pada kejadian yang membahayakan.

Fenomena ikan terdampar memang memberikan kesempatan bagi warga untuk memperoleh bahan pangan maupun penghasilan tambahan. Namun, petugas mengingatkan agar kesempatan itu tidak membuat masyarakat lengah terhadap keselamatan saat beraktivitas di kawasan pesisir.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online