Ibarbo hingga Cimory Siapkan Wisata Buatan di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Wisata buatan Gunungkidul bakal bertambah. Tiga investor menyiapkan proyek di Kelok 23, Pantai Baron, dan Patuk.
Foto ilustrasi pernikahan. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Angka pernikahan di Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, menunjukkan tren menurun dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari perubahan jumlah penduduk hingga meningkatnya pendidikan dan pertimbangan ekonomi generasi muda.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wonosari, Masduqi, mengatakan penurunan angka pernikahan mulai terlihat setelah pandemi Covid-19.
Berdasarkan catatan KUA Wonosari, terdapat 642 pasangan yang menikah pada 2019. Jumlah tersebut turun menjadi 519 pasangan pada 2020.
Angka pernikahan kemudian kembali naik menjadi 556 pasangan pada 2021 dan relatif bertahan pada 2022. Namun, jumlah pasangan yang menikah kembali turun menjadi 506 pada 2023.
Pada 2024, jumlah pernikahan tercatat 519 pasangan. Sementara pada 2025, angkanya kembali turun menjadi 456 pasangan.
“Kalau dilihat dari tren memang ada penurunan,” kata Masduqi, Senin (5/10/2026).
Masduqi mengatakan jumlah penduduk menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi angka pernikahan di Wonosari. Selain itu, meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat juga ikut mengubah pertimbangan generasi muda dalam menentukan waktu untuk menikah.
Ia menyebut mayoritas pasangan yang menikah berada pada rentang usia 21-30 tahun, yakni sekitar 60%. Adapun sekitar 30% lainnya menikah setelah berusia lebih dari 30 tahun.
Dari sisi pendidikan, pasangan yang menikah didominasi lulusan SMA dengan proporsi sekitar 65%. Sementara lulusan perguruan tinggi mencapai sekitar 15%.
Menurut Masduqi, semakin tinggi pendidikan dapat membuat seseorang memiliki wawasan dan pertimbangan yang lebih luas mengenai kehidupan rumah tangga.
Generasi muda, kata dia, kini cenderung mempertimbangkan berbagai kesiapan sebelum memutuskan menikah. Salah satunya kesiapan ekonomi.
“Pertimbangan ekonomi juga menjadi salah satu faktor, sehingga banyak yang mementingkan karier dulu ketimbang menikah,” katanya.
Dengan demikian, keputusan menikah tidak semata-mata ditentukan usia, tetapi juga kesiapan seseorang dalam membangun keluarga.
Tren penurunan juga terlihat dalam data pernikahan di tingkat Kabupaten Gunungkidul dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kementerian Agama Gunungkidul, Harsono, mengatakan pada 2021 tercatat 5.178 pasangan yang menikah.
Jumlah tersebut turun menjadi 5.038 pasangan pada 2022 dan kembali turun menjadi 4.695 pasangan pada 2023.
Pada 2024, jumlah pasangan yang menikah tercatat 4.263 pasangan. Sementara pada 2025, jumlahnya sedikit meningkat menjadi 4.288 pasangan.
“Untuk tahun lalu ada 4.288 pasangan yang menikah dalam setahun,” kata Harsono.
Meski terdapat kenaikan tipis pada 2025, Harsono membenarkan bahwa secara umum angka pernikahan Gunungkidul dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun.
Menurut dia, kondisi ekonomi dan tingginya biaya hidup menjadi salah satu pertimbangan masyarakat untuk menunda pernikahan. Selain itu, sebagian generasi muda lebih memilih menyelesaikan pendidikan atau membangun karier terlebih dahulu.
“Fleksibilitas dalam hubungan digital juga ikut memberikan andil turunnya angka pernikahan di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata buatan Gunungkidul bakal bertambah. Tiga investor menyiapkan proyek di Kelok 23, Pantai Baron, dan Patuk.
Jadwal bola malam ini 5-6 Oktober 2026 menghadirkan Indonesia vs Thailand, Jepang vs Selandia Baru, serta sejumlah laga Nations League.
Denza dan Xpeng menguasai 51,5% distribusi mobil premium Januari-Agustus 2026. BMW dan Mercedes-Benz berada di posisi berikutnya.
AFC menyiapkan Nations League mulai 2030. Kompetisi ini akan membagi 47 negara ke tiga divisi dan mengubah jalur kualifikasi Piala Asia serta Piala Dunia.
Konser Amal OM Lorenza akan digelar di Alun-Alun Wonosari, Jumat 9 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Gunungkidul ke-196.
Angka pernikahan di Wonosari dan Gunungkidul menunjukkan tren menurun. Pendidikan, karier, ekonomi, jumlah penduduk, hingga relasi digital disebut menjadi fakto