Investasi Gunungkidul Capai Rp797,6 Miliar, Industri Paling Diminati

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 08 November 2026 14:07 WIB
Investasi Gunungkidul Capai Rp797,6 Miliar, Industri Paling Diminati

Ilustrasi Investasi/magnific.com

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Realisasi investasi di Kabupaten Gunungkidul mencapai Rp797,64 miliar hingga akhir September 2026. Capaian tersebut setara 92,9% dari target investasi tahun ini sebesar Rp858,56 miliar.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul optimistis target tersebut dapat terlampaui. Sektor industri menjadi bidang yang paling banyak menarik penanaman modal, disusul pariwisata dan perdagangan.

Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, mengatakan realisasi investasi pada triwulan III 2026 atau hingga akhir September tercatat sebesar Rp797.641.187.573. Sementara itu, target investasi tahun ini ditetapkan sebesar Rp858.560.738.846.

“Kalau diprosentasekan, capaian investasi hingga akhir September sudah menembus 92,9% dari target di tahun ini,” kata Mugiyanto, Ahad (8/11/2026).

Industri Jadi Sektor dengan Investasi Terbesar
Mugiyanto menjelaskan, nilai investasi tersebut berasal dari dua sumber pelaporan. Berdasarkan laporan Online Single Submission (OSS), investasi yang tercatat mencapai Rp668.420.242.982, sedangkan Rp129.220.944.891 lainnya mengacu pada hasil Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Investasi yang masuk juga berasal dari dua kategori penanaman modal, yakni penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Nilai PMDN tercatat sebesar Rp668.420.242.982.

“Untuk PMA yang masuk tercatat sebesar Rp129.220.944.891,” katanya.

Dari sisi sektor usaha, industri menjadi bidang yang paling diminati investor di Bumi Handayani. Nilai penanaman modal pada sektor tersebut mencapai Rp227.737.517.453.

Sektor pariwisata menempati posisi berikutnya dengan investasi sebesar Rp182.770.856.907. Kemudian, sektor perdagangan mencatatkan Rp145.193.820.192 dan energi sumber daya mineral (ESDM) sebesar Rp73.945.208.844.

Sementara itu, investasi di sektor pertanian mencapai Rp57.261.853.389. Sektor pekerjaan umum menyumbang Rp32.793.705.049, koperasi dan usaha kecil menengah Rp29.954.975.639, serta perumahan dan kawasan permukiman sebesar Rp26.840.400.002.

“Untuk investasi lain ada sektor kebudayaan, kesehatan, kelautan dan perikanan hingga pendidikan,” kata dia.

Pemkab Gunungkidul Genjot Promosi Potensi Investasi
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan pemerintah kabupaten memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemilik modal untuk berinvestasi. Pemkab juga membantu proses perizinan yang dibutuhkan serta melakukan berbagai upaya untuk menarik minat calon investor.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan temu bisnis beberapa waktu lalu. Selain itu, Pemkab Gunungkidul berkolaborasi dengan Pemerintah DIY untuk memperkenalkan potensi daerah agar dapat dipromosikan di dalam maupun luar negeri.

“Kami juga memberikan hasil kajian Investment Project Ready to Offer [IPRO] di kantor DPMPTSP DIY,” katanya.

Aldian mengatakan kajian investasi untuk 2026 telah diselesaikan. Jika kajian pada 2025 difokuskan di sepanjang Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tahun ini promosi potensi investasi diarahkan ke Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin, dan KPI Mijahan, Semanu.

Berdasarkan hasil kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO), KPI Candirejo, Semin diarahkan untuk pengembangan pabrik fitofarmaka atau obat-obatan herbal yang menyasar pasar ekspor.

Adapun kajian investasi kedua menyasar bidang pendidikan dengan lokasi di KPI Mijahan, Semanu. Kawasan tersebut dinilai cocok untuk penguatan sektor pendidikan karena telah terdapat kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Keberadaan kampus tersebut diharapkan dapat memperkuat potensi pengembangan pendidikan di Bumi Handayani. Salah satu bentuk pengembangan yang ditawarkan adalah pembangunan sekolah berasrama.

“Yang dikembangkan bisa berbentuk boarding school atau sekolah berasrama,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online