Harga Tanah di Kelok 23 Gunungkidul Tembus Rp1 Juta per Meter

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 06 Oktober 2026 18:37 WIB
Harga Tanah di Kelok 23 Gunungkidul Tembus Rp1 Juta per Meter

Jajaran Komisi C DPRD DIY saat meninjau langsung uji coba Kelok 23, Senin (14/9/2026)./Istimewa-Dokumen DPRD DIY

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 mulai ikut mengerek nilai tanah di sekitar Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul. Lurah Girijati, Karsono, menyebut harga tanah di sekitar jalur tersebut kini sudah ada yang mencapai Rp1 juta per meter persegi.

Menurut Karsono, kenaikan harga mulai terasa setelah pembangunan akses penghubung Gunungkidul-Bantul tersebut berjalan. Sebelum Kelok 23 dibangun, harga tanah paling tinggi di wilayah tersebut berada di kisaran Rp500.000 per meter persegi.

“Sekarang harga tanah di Jalur Jalan Lintas Selatan [JJLS] Kelok 23 terus naik karena sudah ada yang tembus Rp1 juta per meter perseginya,” kata Karsono saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).

Kenaikan nilai lahan tersebut juga mulai menarik minat calon pembeli. Namun, Karsono mengatakan belum ada transaksi yang terjadi karena pemilik dan calon pembeli masih belum mencapai kesepakatan mengenai harga.

“Sudah ada yang tertarik, tapi belum ada kesepakatan harga karena memang nilainya sudah naik,” ujarnya.

Kelok 23 Buka Peluang Ekonomi Baru

Karsono menilai kenaikan nilai tanah merupakan salah satu dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat setelah adanya infrastruktur baru. Ia berharap Kelok 23 nantinya tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, tetapi juga membuka lebih banyak peluang usaha bagi warga sekitar.

Kelok 23 menghubungkan wilayah Girijati di Gunungkidul dengan Kretek di Bantul. Ruas tersebut juga menawarkan panorama laut selatan dari ketinggian sehingga berpotensi menjadi bagian dari perjalanan wisata di kawasan pesisir selatan.

“Pemandangannya bagus. Sempat dibuka dan banyak pengunjung yang ingin merasakan sensasi melintas di Kelok 23,” katanya.

Saat ini, akses menuju Kelok 23 kembali ditutup. Karsono mengatakan pembukaan secara resmi masih menunggu penyelesaian normalisasi jalan di depan pintu masuk Kelok 23 di Kalurahan Girijati.

“Sekarang masih proses pengerjaan. Mudah-mudahan bisa cepat selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, ruas Kretek-Girijati atau Kelok 23 sempat menjalani uji coba pembukaan lalu lintas pada 14-20 September 2026. Pada masa uji coba, kendaraan yang diperbolehkan melintas dibatasi dan jam operasional ditetapkan pukul 06.00-18.00 WIB.

Pemkab Siapkan Peluang Investasi

Seiring pembangunan akses baru tersebut, Pemkab Gunungkidul juga telah menyiapkan kajian untuk mengembangkan potensi investasi di kawasan Kelok 23.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan pemerintah daerah telah menyusun Investment Project Ready to Offer (IPRO) pada 2025.

Dalam kajian tersebut, kawasan sekitar Kelok 23 dinilai memiliki peluang untuk pengembangan rest area, resort hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pemkab juga telah memaparkan potensi tersebut kepada calon investor dalam kegiatan temu bisnis.

“Sudah ada kajiannya dan juga sudah dilakukan pemaparan terkait potensi ini kepada calon investor di dalam kegiatan temu bisnis yang digelar pemkab,” kata Aldian.

Menurut dia, minat investasi mulai muncul. Salah satunya dari investor yang tertarik mengembangkan wahana wisata buatan Ibarbo di sekitar Kelok 23.

“Untuk lokasinya tidak jauh dari hasil kajian IPRO yang kami susun di 2025. Sekarang masih dalam proses konsultasi,” ujarnya.

Dengan pembangunan akses yang menghubungkan Gunungkidul dan Bantul, kawasan Kelok 23 diproyeksikan menjadi salah satu titik yang membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi dan pariwisata di sisi barat Gunungkidul. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebelumnya juga menyebut Kelok 23 diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online