Tak Hanya di Tepus, Serangan Hewan Liar Tewaskan Ternak di Saptosari

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 09 Oktober 2026 17:57 WIB
Tak Hanya di Tepus, Serangan Hewan Liar Tewaskan Ternak di Saptosari

Petugas Polsek Tepus saat melihat kondisi kambing milik warga yang mati karena serangan hewan liar di Kalurahan Tepus, Tepus, Rabu (2/9/2026).Istimewa-Dok. Polsek Tepus\r\n\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Serangan hewan liar terhadap ternak kembali terjadi di wilayah pesisir Gunungkidul. Kali ini, tiga ekor kambing milik warga Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari, ditemukan mati dengan bekas luka gigitan pada Kamis (8/10/2026).

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kalurahan Jetis mengimbau warga memindahkan kandang ternak ke lokasi yang lebih dekat dengan rumah. Langkah ini diharapkan mempermudah pengawasan sekaligus mengurangi risiko serangan hewan liar.

Lurah Jetis, Agus Susanto, mengatakan selama ini warga terbiasa memelihara ternak di ladang yang jauh dari permukiman. Kebiasaan tersebut dilakukan untuk memudahkan pemilik menyediakan pakan bagi ternaknya.

“Warga terbiasa memelihara ternak di ladang yang jauh dari rumah untuk memudahkan memberi pakan,” kata Agus, Jumat (9/10/2026).

Tiga Kambing Ditemukan Mati di Alas Trembelang

Agus menjelaskan, tiga kambing yang mati tersebut merupakan milik Sugi Utomo, warga Padukuhan Dondong. Kandang ternak berada jauh dari permukiman, tepatnya di kawasan Alas Trembelang.

Menurutnya, kejadian itu perlu menjadi pelajaran bersama agar kasus serupa tidak terulang. Salah satu langkah pencegahan yang disarankan adalah memindahkan kandang ke sekitar rumah sehingga ternak lebih mudah dipantau.

“Lokasi kadang berada jauh dari permukiman, tepatnya di kawasan Alas Trembelang. Ini agar jadi pelajaran bersama sehingga kejadian yang sama tidak terulang, makanya saya mengimbau agar kandang dipindah mendekat ke rumah,” ungkapnya.

Agus menilai pengawasan ternak akan lebih mudah dilakukan jika kandang berada di sekitar permukiman. Pemilik dapat memeriksa kondisi ternak kapan saja dibandingkan ketika kandang berada di ladang atau kawasan hutan.

“Kalau di sekitar rumah bisa dicek kapan saja dan pengawasan juga mudah sehingga dapat dipantau lebih intens, ketimbang saat berada di ladang atau alas,” katanya.

Tujuh Kambing Mati di Tepus pada September 2026

Kasus ternak mati akibat dugaan serangan hewan liar sebelumnya juga dilaporkan di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus. Pada Rabu (2/9/2026), tujuh kambing milik warga Padukuhan Tepus 2 ditemukan mati setelah diduga digigit hewan liar.

Ternak tersebut dipelihara di Alas Dawut, kawasan Pantai Poktunggal. Karena lokasinya jauh dari permukiman, tidak ada warga yang mengetahui secara langsung saat kejadian berlangsung.

Lurah Tepus, Hendro Pratopo, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jenis hewan liar yang menyerang ternak warga. Dugaan sementara, serangan dilakukan kawanan hewan liar yang sedang mencari makanan.

“Warga tidak ada yang melihat kejadiannya secara langsung karena peristiwa diketahui saat pemilik pergi ke ladang dan mendapati kambingnya mati. Dimungkinkan diserang oleh kawanan hewan liar yang mencari pangan,” katanya.

Pemilik Ternak Diimbau Pindahkan Kandang

Untuk mencegah kejadian serupa, Hendro juga mengimbau warga memindahkan kandang ternak ke lokasi yang lebih dekat dengan permukiman. Menurutnya, sebagian warga masih memilih memelihara ternak di tengah hutan atau ladang karena dianggap memudahkan pencarian pakan.

Namun, kebiasaan tersebut memiliki risiko karena pengawasan terhadap ternak menjadi lebih sulit. Kondisi ini membuat pemilik tidak mudah mengetahui apabila terjadi serangan hewan liar.

“Kami imbau agar lokasi kandang dipindah ke rumah sehingga mudah dilakukan pengawasan. Jangan sampai ternak yang dipelihara menjadi korban serangan hewan liar,” katanya.

Dua kejadian di Saptosari dan Tepus tersebut menjadi perhatian pemerintah kalurahan setempat. Warga yang memelihara ternak di ladang maupun kawasan hutan diimbau mempertimbangkan lokasi kandang yang lebih dekat dengan rumah untuk mempermudah pemantauan dan mengurangi risiko ternak menjadi korban serangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online