Jalan Tegalsari-Klepu Capai 90 Persen, DPRD DIY Ingatkan Pentingnya Talut dan Drainase

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Jum'at, 09 Oktober 2026 11:27 WIB
Jalan Tegalsari-Klepu Capai 90 Persen, DPRD DIY Ingatkan Pentingnya Talut dan Drainase

Komisi C DPRD DIY meninjau pembangunan Jalan Tegalsari-Klepu di Kapanewon Kokap, Kulonprogo, Kamis (8/10/2026). Pembangunan jalan sepanjang dua kilometer yang menggunakan Dana Keistimewaan ini telah mencapai progres sekitar 90%. Ist/ DPRD DIY

Harianjogja.com, KULONPROGO — Perbaikan Jalan Tegalsari-Klepu di Kapanewon Kokap, Kulonprogo, memasuki tahap akhir. Namun, penyelesaian jalan sepanjang sekitar dua kilometer itu masih perlu diikuti penanganan talut dan drainase agar akses warga tetap aman, terutama di titik yang berpotensi mengalami longsor.

Pekerjaan yang dibiayai Dana Keistimewaan (Danais) tersebut telah mencapai progres sekitar 90%. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY pun berpeluang menyelesaikannya lebih cepat dari target awal pada November 2026.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridlo, mengatakan pemerataan pembangunan jalan diperlukan agar masyarakat di wilayah pinggiran turut merasakan manfaat pembangunan infrastruktur. Jalan yang memadai dinilai penting untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus distribusi barang dan jasa.

“Jangan ada stigmatisasi bahwa pembangunan hanya dilakukan di daerah perkotaan sementara yang pinggiran tidak pernah dilakukan. Kita bersama pemerintah provinsi menjawab bahwa di daerah pinggiran pun kita bangun untuk memperlancar konektivitas,” kata Aslam seusai meninjau pembangunan Jalan Tegalsari-Klepu, Kamis (8/10/2026).

Menurut Aslam, pembangunan jalan di wilayah pinggiran menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah. Akses yang lebih baik diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi dan distribusi hasil bumi.

Talut dan Drainase Perlu Diperhatikan

Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, One Sigit Hermanto, mengatakan pekerjaan Jalan Tegalsari-Klepu telah memasuki tahap penyelesaian akhir.

Pekerjaan yang tersisa meliputi pengaspalan, penguatan bangunan di sisi jalan, serta penyelesaian sejumlah bagian pelengkap. Berdasarkan progres tersebut, proyek berpeluang rampung sebelum tenggat November 2026.

Meski demikian, DPRD DIY menyoroti kebutuhan pembangunan talut dan drainase di sejumlah titik. Infrastruktur pendukung tersebut diperlukan untuk mengendalikan aliran air dan mengurangi risiko longsor yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, mengingatkan pembangunan jalan perlu disertai penanganan bagian pendukung agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Sayang sekali kalau sudah membangun jalan, tetapi aliran sungainya tidak tercukupi dan bangketnya tidak ada. Nanti justru itu akan membahayakan,” ujar Lilik.

Menurut dia, kondisi jalan tidak cukup dinilai dari kualitas permukaannya. Saluran air dan pengamanan tebing juga perlu diperhatikan untuk mendukung keselamatan pengguna jalan.

Karena itu, penyelesaian infrastruktur pendukung menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar perbaikan jalan tidak menyisakan persoalan baru, terutama ketika aliran air meningkat saat hujan.

Jalan Diharapkan Mendukung Aktivitas Warga

Anggota Komisi C DPRD DIY, Suwardi, mengatakan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan penting untuk mendukung pembangunan wilayah. Jalan yang memadai dapat menunjang kegiatan pemerintahan, pendidikan, sosial, hingga perekonomian masyarakat.

“Targetnya bulan November, tetapi Oktober ini insyaallah tinggal penyempurnaan bisa diselesaikan. Dengan begitu, kegiatan pemerintahan, ekonomi, pendidikan, sosial dan lainnya bisa berjalan lebih baik,” kata Suwardi.

Perbaikan Jalan Tegalsari-Klepu diharapkan memperlancar perjalanan warga sekaligus mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi hasil bumi. Namun, penyelesaian pekerjaan perlu tetap memperhatikan kebutuhan talut dan drainase agar konektivitas yang dibangun dapat berfungsi secara aman dan berkelanjutan.

DPRD DIY menilai pemerataan infrastruktur perlu diikuti dengan kualitas pembangunan yang memadai, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan ketika proyek selesai, tetapi juga dalam penggunaan sehari-hari oleh masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online