Paguyuban Dukuh Sleman Minta Siltap Rp2,9 Juta Dipertahankan
Paguyuban Dukuh Sleman meminta siltap Rp2,9 juta per bulan dipertahankan dan menyampaikan dua usulan lain terkait pembangunan serta tunjangan purna tugas.
Ilustrasi perbaikan jalan./Istimewa-Dokumen Kementerian PU
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menyiapkan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 450 kilometer (km) selama 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan infrastruktur dan genangan air menjelang puncak musim hujan pada November hingga Desember 2026.
Pemeliharaan tersebut mencakup penanganan badan jalan, bahu jalan, talud, hingga gorong-gorong dan jembatan. DPUPKP Sleman juga mengutamakan langkah pencegahan serta penanganan darurat dengan mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Suparman, mengatakan target pemeliharaan tahun ini menyasar ruas jalan dengan total panjang penanganan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pemeliharaan rutin difokuskan pada penanganan preventif serta keadaan darurat, di mana keselamatan pengguna jalan menjadi tujuan utama,” katanya di Pemkab Sleman pada Kamis (5/11/2026).
Drainase dan Titik Rawan Genangan Jadi Perhatian
Suparman menjelaskan persiapan menghadapi musim hujan dilakukan sesuai arahan Bupati Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya mengantisipasi kerusakan jalan sekaligus mengurangi potensi genangan air yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Tahap awal penanganan dilakukan dengan membersihkan saluran drainase yang tersumbat maupun mengalami sedimentasi. Selain itu, DPUPKP menyiapkan pembuatan jalur air di kawasan rawan genangan serta mitigasi terhadap potensi kerusakan infrastruktur akibat hujan.
Berdasarkan SK Bupati Sleman Tahun 2025 tentang jalan kabupaten, terdapat 371 ruas jalan kabupaten dengan total panjang mencapai 733,67 km.
Pemetaan permasalahan infrastruktur dilakukan dengan mempertimbangkan kawasan risiko bencana dan tingkat kepadatan penduduk. Langkah ini diperlukan karena karakteristik kerusakan jalan di wilayah perkotaan berbeda dengan kawasan pedesaan maupun pegunungan.
Di kawasan perkotaan, persoalan yang sering ditemukan berupa saluran drainase tersumbat dan luapan air. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan yang berdampak pada badan jalan.
Sementara itu, kawasan pedesaan dan pegunungan menghadapi risiko berbeda. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu longsor dan banjir yang dapat mengikis bangunan pelengkap jalan hingga badan jalan.
DPUPKP Siapkan 18 Tim Pemeliharaan Jalan
Untuk mempercepat penanganan di berbagai wilayah, DPUPKP Sleman menyiapkan sejumlah tim dengan pembagian tugas sesuai jenis infrastruktur yang dipelihara.
Rinciannya meliputi:
Dengan pembagian tersebut, total terdapat 18 tim yang disiapkan untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur jalan di Kabupaten Sleman.
Selain tenaga pemeliharaan, ketersediaan material juga menjadi perhatian. DPUPKP Sleman memproyeksikan persediaan material yang disiapkan dapat mencukupi kebutuhan penanganan hingga akhir Desember 2026.
Pemeliharaan Sudah Menjangkau 233 Ruas Jalan
Hingga saat ini, pemeliharaan rutin telah dilakukan pada 233 ruas jalan. Jumlah tersebut masih akan bertambah seiring berlanjutnya pekerjaan hingga akhir 2026.
Penanganan kerusakan dilakukan menggunakan beberapa metode sesuai kondisi jalan. Di antaranya penggunaan aspal panas atau hotmix, aspal dingin berupa aspal Buton siap hampar, serta penutupan celah dan retakan pada permukaan jalan.
Khusus pada minggu pertama November 2026, pekerjaan difokuskan pada penataan bahu jalan untuk menjaga badan jalan agar tidak mudah mengalami kerusakan.
Selain itu, petugas melakukan pembersihan saluran tepi jalan dan gorong-gorong. Penutupan retakan jalan juga menjadi bagian dari pekerjaan untuk mencegah kerusakan berkembang lebih lanjut ketika curah hujan meningkat.
Melalui berbagai langkah tersebut, DPUPKP Sleman menargetkan pemeliharaan jalan sepanjang 450 km pada 2026 dapat mendukung kesiapan infrastruktur menghadapi musim hujan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat saat menggunakan jalan kabupaten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Paguyuban Dukuh Sleman meminta siltap Rp2,9 juta per bulan dipertahankan dan menyampaikan dua usulan lain terkait pembangunan serta tunjangan purna tugas.
DPUPKP Sleman menargetkan pemeliharaan 450 km jalan pada 2026 untuk mengantisipasi kerusakan dan genangan saat musim hujan.
KPK memanggil Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi sebagai saksi kasus dugaan korupsi yang menjerat Hamenang Wajar Ismoyo.
Pria 35 tahun asal Gunungkidul tewas tertemper kereta pengangkut BBM di jalur KA Gamping, Sleman, Kamis dini hari.
Kasus DBD Sleman turun menjadi 109 hingga Oktober 2026. Dinkes mengingatkan warga rutin melakukan 3M Plus saat musim hujan.
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto divonis 5 tahun penjara karena terbukti menerima suap Rp3,87 miliar terkait pengurusan laporan pertambangan.