UMK Gunungkidul 2026 Rp2,46 Juta, Berapa Besaran Tahun Depan?
Komisi D DPRD Gunungkidul berharap UMK 2027 disesuaikan dengan biaya hidup, kemampuan perusahaan, dan formula pengupahan yang berlaku.
Kunjungan Tim Wasev dari Mabes TNI AD ke lokasi TMMD Reguler Ke-130 Tahun 2026 di Sendangsari, Pajangan, Bantul, Kamis (29/10/2026)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar (Mabes) TNI memantau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0729/Bantul. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas pekerjaan, penggunaan anggaran, maupun manfaatnya bagi masyarakat.
Pemantauan dipimpin Ketua Tim Wasev TMMD Reguler ke-130 Tahun 2026, Brigjen TNI Budi Handoko, di Sendangsari, Pajangan, Bantul, Kamis (29/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan setelah program memasuki 17 hari kerja.
Berdasarkan data perkembangan pekerjaan, pembangunan talut telah mencapai 55%. Sementara itu, perkerasan jalan dan pembangunan gorong-gorong masing-masing mencapai 85%, sedangkan pekerjaan cor beton mencapai 65%.
Progres Pembangunan TMMD ke-130 Bantul
Berikut perkembangan sejumlah sasaran fisik TMMD Reguler ke-130 di wilayah Kodim 0729/Bantul:
Brigjen TNI Budi Handoko mengatakan evaluasi dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program, mulai dari perencanaan dan pengerjaan hingga pencapaian sasaran, penggunaan anggaran, serta manfaat pembangunan.
Ia menegaskan seluruh kegiatan harus berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku. Kualitas hasil pekerjaan juga menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Keberhasilan TMMD tidak mungkin dapat dicapai oleh TNI sendiri. Diperlukan dukungan dan kerja sama yang kuat dari pemerintah daerah, Polri, instansi terkait, serta seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.
Koordinasi dan Administrasi Jadi Perhatian
Menurut Budi, koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, instansi terkait, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Kerja sama tersebut diperlukan agar kendala yang muncul selama pelaksanaan program dapat segera ditangani.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengoptimalkan kegiatan nonfisik dalam program TMMD. Kegiatan tersebut diharapkan turut memberikan dampak terhadap pengetahuan, kesadaran, dan kehidupan masyarakat.
Selain pelaksanaan pembangunan, ketertiban administrasi dan dokumentasi juga menjadi perhatian tim evaluasi. Hal tersebut diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban program sekaligus bahan perbaikan untuk pelaksanaan TMMD berikutnya.
"Kami juga mengingatkan ketertiban administrasi dan dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program. Temuan serta masukan dari tim evaluasi diharapkan menjadi bahan perbaikan bagi penyelenggaraan TMMD berikutnya," ungkap dia.
Pemerintah Pajangan Apresiasi Pelaksanaan TMMD
Panewu Pajangan, Anjar Arintaka Putra, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD Reguler ke-130 di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut membantu mempercepat pembangunan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Kapanewon Pajangan, Anjar menilai keterlibatan TNI tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan warga.
Ia berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjaga. Dengan demikian, hasil pembangunan TMMD di wilayah Pajangan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Gunungkidul berharap UMK 2027 disesuaikan dengan biaya hidup, kemampuan perusahaan, dan formula pengupahan yang berlaku.
Dokter menjelaskan minum es saat musim hujan bukan penyebab flu. Simak pemicu batuk pilek dan tips mencegah penyakit saat hujan.
Ada delapan pilihan motor bekas merek Jepang dengan harga maksimal Rp5 juta per Oktober 2026, mulai Yamaha Vega hingga Honda Vario 110.
Gibran menyebut Indonesia memiliki sumber daya untuk ekosistem kendaraan listrik, tetapi inovasi dan penguasaan teknologi masih perlu diperkuat.
Kredit UMKM DIY mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026, tetapi melambat 2,05%. OJK mencatat NPL UMKM mencapai 8,32%.
DPRD Bantul menyoroti potensi pemangkasan TKD pada 2027 setelah anggaran tahun ini dipangkas lebih dari Rp150 miliar.