LBH Jogja Ungkap Kronologi Bentrok Malioboro hingga Tugu Jogja

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 29 Oktober 2026 20:07 WIB
LBH Jogja Ungkap Kronologi Bentrok Malioboro hingga Tugu Jogja

Kondisi di Jalan Malioboro pada Rabu (28/10/2026) malam. Harian Jogja-Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Kericuhan di sepanjang Jalan Malioboro hingga Tugu Jogja pada Rabu (28/10/2026) malam hingga Kamis (29/10/2026) dini hari diduga bermula dari serangan terhadap demonstran yang hendak pulang. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogja menyebut pihak yang diduga melakukan penyerangan tersebut belum teridentifikasi dan masih dalam proses klarifikasi.

Direktur LBH Jogja, Kharisma Wardhatul Khusniah, mengatakan unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik pada siang hingga sore hari, sekitar pukul 18.00 WIB, sebelumnya berjalan damai. Namun, berdasarkan informasi sementara yang diterima LBH Jogja, dugaan penyerangan terjadi di sekitar Jalan Perwakilan menjelang pukul 18.00 WIB.

Kharisma menyebut pihak yang diduga menyerang demonstran tidak dapat dipastikan identitasnya. Mereka bisa merupakan aparat ataupun orang sipil yang tidak mengenakan seragam. Meski demikian, informasi tersebut belum terverifikasi dan masih ditelusuri oleh LBH Jogja.

Massa Terhalang saat Bergerak di Sekitar DPRD DIY
Situasi kemudian berkembang ketika sejumlah orang yang berada di sekitar Gedung DPRD DIY mengalami kesulitan bergerak ke arah utara maupun selatan. Menurut Kharisma, sebagian orang tersebut sebenarnya hanya melintas atau hendak mengambil sepeda motor.

Kondisi itu, ditambah dugaan serangan terhadap sejumlah orang, memicu kemarahan massa lain yang bersimpati. Situasi tersebut kemudian meningkatkan eskalasi kericuhan di kawasan Malioboro hingga Tugu Jogja.

LBH Jogja masih mengklarifikasi rangkaian peristiwa tersebut, termasuk informasi mengenai pihak yang terlibat dalam dugaan penyerangan. Lembaga itu juga menelusuri informasi mengenai ajakan kepada massa untuk mendatangi Gedung DPRD DIY.

LBH Jogja Soroti Pengerahan Personel Kepolisian
Selain menelusuri dugaan awal bentrokan, Kharisma menyoroti penempatan personel kepolisian di sekitar Gedung DPRD DIY. Menurut dia, jumlah massa yang berada di lokasi tidak terlalu banyak, tetapi aparat ditempatkan dalam beberapa lapis sehingga pergerakan massa menjadi sulit.

“Dengan massa yang sebetulnya enggak begitu banyak di area DPRD, pengerahan kekuatan polisinya itu sangat berlebihan,” kata Kharisma dihubungi, Kamis (29/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Kharisma saat menjelaskan situasi di sekitar gedung DPRD ketika kericuhan berkembang. Sementara itu, informasi mengenai identitas pihak yang diduga melakukan penyerangan dan rangkaian kejadian secara keseluruhan masih dalam proses klarifikasi LBH Jogja.

Demonstrasi di Jogja Bawa Beragam Tuntutan
Aksi pada Rabu (28/10/2026) melibatkan aliansi mahasiswa, suporter klub sepak bola, dan masyarakat sipil di DIY. Dalam demonstrasi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan yang mencakup persoalan lingkungan, ketenagakerjaan, pendidikan, kebijakan pemerintah, hingga penegakan hukum.

Berikut tuntutan yang disampaikan dalam demonstrasi tersebut:

  • Penetapan kebakaran hutan sebagai bencana nasional.
  • Jaminan pekerjaan layak dan kenaikan upah buruh berdasarkan standar hidup layak.
  • Penghentian kriminalisasi terhadap rakyat.
  • Penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Penyediaan pendidikan gratis, ilmiah, serta demokratis.
  • Penghentian perampasan tanah dan eksploitasi alam.
  • Penghentian pemborosan anggaran untuk proyek yang dinilai populis dan korup.
  • Perlindungan hak dan kesejahteraan pengemudi ojek online.
  • Penolakan pembangunan batalyon teritorial.
  • Perlawanan terhadap ormas reaksioner.
  • Pengusutan tuntas kasus korupsi Mandala Krida.

LBH Jogja masih mengklarifikasi informasi terkait rangkaian kericuhan di Malioboro hingga Tugu Jogja. Dugaan mengenai awal penyerangan maupun pihak yang terlibat belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online