Demo 28 Oktober: Polda DIY Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional Saat Aksi

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 28 Oktober 2026 11:17 WIB
Demo 28 Oktober: Polda DIY Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional Saat Aksi

Tangkapan layar Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan dalam video rilis./Istimewa -- Polda DIY

Harianjogja.com, SLEMAN—Polda DIY tidak akan menutup jalan apabila arus lalu lintas tetap normal selama aksi penyampaian aspirasi pemuda dan mahasiswa pada Rabu (28/10/2026). Rekayasa lalu lintas bersama Dinas Perhubungan hanya diterapkan secara situasional jika terjadi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengatakan kepolisian bersama jajaran TNI dan pemerintah daerah siap mengawal kegiatan penyampaian aspirasi yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut.

"Hari ini Rabu, 28 Oktober 2026 bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, Polda DIY bersama jajaran TNI dan pemerintah daerah siap mengawal dan melayani kegiatan penyampaian aspirasi dari rekan-rekan pemuda dan mahasiswa yang ada di wilayah DIY," kata Ihsan dalam rilis video yang dibagikan pada Rabu (28/10/2026).

Menurut Ihsan, kepolisian menghormati hak pemuda dan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Pengamanan kegiatan akan mengedepankan pendekatan humanis agar penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib.

"Komitmen kami jelas, Polda DIY menghormati hak untuk mengutarakan aspirasi dari rekan-rekan pemuda dan mahasiswa dengan aman dan tertib, tentunya dengan mengedepankan pendekatan humanis," ujarnya.

Rekayasa Lalu Lintas Menyesuaikan Kondisi

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Polda DIY berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dalam menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas. Namun, pengalihan arus tidak akan diterapkan secara otomatis selama aksi berlangsung.

"Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, kami bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas yang sifatnya situasional," terangnya.

Ihsan menjelaskan pengalihan arus hanya dilakukan apabila terjadi kepadatan lalu lintas di lokasi aksi. Sebaliknya, jika kendaraan masih dapat melintas secara normal, polisi tidak akan menutup akses jalan.

"Artinya, bahwa pengalihan arus lalu lintas ini kita akan lakukan hanya apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas di lokasi aksi," tandasnya.

"Jika arus lalu lintas normal, tentunya maka kami tidak akan melakukan penutupan. Kemudian jalan tetap akan dibuka seperti biasa agar aktivitas warga, kemudian aktivitas ekonomi, dan pariwisata tidak terganggu," ujarnya.

Peserta Aksi Diimbau Jaga Fasilitas Publik

Selain menyiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas, Polda DIY mengimbau peserta aksi turut menjaga fasilitas publik dan cagar budaya. Peserta juga diminta tidak melakukan tindakan anarkis, termasuk vandalisme.

"Kami mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga cagar budaya, kemudian fasilitas publik, dan berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan anarkis termasuk vandalisme untuk menjaga marwah Yogyakarta yang kita cintai," tuturnya.

Ihsan juga meminta masyarakat dan wisatawan tetap beraktivitas seperti biasa. Polda DIY bersama TNI dan unsur terkait menyatakan siap menjaga keamanan selama kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung.

"Kepada masyarakat luas serta wisatawan, silakan tetap beraktivitas secara normal seperti biasa, tidak perlu khawatir. Kami dari Polda DIY bersama jajaran TNI dan seluruh unsur terkait siap untuk mengawal keamanan Yogyakarta hari ini dengan humanis," pungkas Ihsan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online