Wisata ke Jogja, Kereta Api Jadi Pilihan 27,6% Penumpang

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 25 Oktober 2026 14:27 WIB
Wisata ke Jogja, Kereta Api Jadi Pilihan 27,6% Penumpang

Penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta/istimewa

Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 27,6% perjalanan penumpang kereta api menuju Jogja dilakukan untuk tujuan wisata atau rekreasi. Angka tersebut menunjukkan peran transportasi kereta api dalam mendukung mobilitas wisatawan sekaligus memperkuat konektivitas menuju Kota Jogja sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia.

Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, mengatakan berdasarkan data internal KAI, perjalanan untuk keperluan wisata dan rekreasi menyumbang bagian cukup besar dari seluruh perjalanan penumpang kereta api menuju Jogja.

“Kehadiran konektivitas kereta api tidak hanya memudahkan mobilitas wisatawan secara ramah lingkungan, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi daerah,” kata Feni kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, konektivitas kereta api memiliki peran dalam mendukung perjalanan wisata sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah tujuan. Kemudahan akses transportasi menjadi salah satu aspek penting bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Jogja.

Jutaan Penumpang Dilayani Stasiun Jogja dan Lempuyangan

Besarnya peran kereta api dalam mendukung perjalanan wisata terlihat dari aktivitas penumpang di dua stasiun utama di Kota Jogja, yakni Stasiun Jogja atau Tugu dan Stasiun Lempuyangan.

Berdasarkan data operasional periode Januari-Agustus 2026, Stasiun Jogja melayani total 4.517.720 penumpang. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 18.591 penumpang per hari.

Sementara itu, Stasiun Lempuyangan melayani 2.078.035 penumpang selama periode yang sama, dengan rata-rata 8.552 penumpang per hari.

Besarnya volume penumpang di kedua stasiun tersebut memperlihatkan pentingnya konektivitas kereta api bagi mobilitas masyarakat yang datang ke Jogja. Selain menunjang perjalanan masyarakat untuk berbagai keperluan, layanan ini turut mendukung akses wisatawan menuju sejumlah destinasi di Kota Jogja dan sekitarnya.

Aktivitas penumpang di kedua stasiun juga menjadi bagian dari ekosistem transportasi yang menghubungkan perjalanan kereta api dengan kebutuhan mobilitas lanjutan. Karena itu, peningkatan kenyamanan perjalanan dan fasilitas stasiun menjadi perhatian KAI Daop 6 Jogja.

KAI Tingkatkan Kenyamanan Kereta Ekonomi

Untuk menunjang kebutuhan penumpang, KAI berupaya meningkatkan kenyamanan perjalanan melalui pembaruan sarana kereta api. Salah satunya dengan menghadirkan kereta ekonomi yang memiliki konfigurasi kursi searah perjalanan, menggantikan susunan kursi yang saling berhadapan.

Kereta Ekonomi New Generation juga menawarkan ruang kaki yang lebih lega. Pembaruan tersebut disertai penyesuaian kapasitas dari sebelumnya 80 kursi menjadi 72 kursi.

Selain kereta ekonomi, KAI menyediakan beragam pilihan layanan sesuai kebutuhan perjalanan pelanggan. Pilihan tersebut mencakup kereta ekonomi bersubsidi, kereta eksekutif, hingga kereta wisata seperti KA Panoramic yang menawarkan pengalaman menikmati pemandangan selama perjalanan.

Konektivitas perjalanan juga didukung layanan KA Bandara yang menghubungkan perjalanan kereta api dengan moda transportasi lainnya. Keberagaman layanan ini menjadi bagian dari upaya KAI dalam mendukung kebutuhan mobilitas penumpang, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Jogja.

Stasiun Didorong Jadi Ruang Aktivitas Ekonomi dan Budaya

Feni mengatakan pengembangan layanan kereta api berjalan beriringan dengan upaya menjadikan stasiun sebagai ruang publik yang turut mendukung aktivitas ekonomi dan budaya lokal.

KAI Daop 6 Jogja mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas lokal melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan di stasiun. Upaya tersebut diharapkan membuka ruang bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi maupun kebudayaan.

Salah satu kegiatan yang telah diselenggarakan adalah KAI Mini Fair pada 21-22 September lalu. Selain kegiatan tersebut, stasiun juga dimanfaatkan untuk menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, seperti paduan suara dan tari, serta berbagai kegiatan lain yang melibatkan masyarakat.

Pemanfaatan stasiun untuk kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas fungsi fasilitas transportasi. Stasiun tidak hanya digunakan sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga dapat menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan kegiatan ekonomi dan budaya lokal.

Penataan Stasiun untuk Mendukung Wisata Jogja

Ke depan, KAI Daop 6 Jogja menjalankan penataan dan beautifikasi stasiun dengan fokus pada peningkatan konektivitas serta dekorasi tematik. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus memperkuat daya tarik Jogja sebagai destinasi wisata.

Dengan perjalanan wisata dan rekreasi yang menyumbang 27,6% dari seluruh perjalanan penumpang kereta api menuju Jogja, pengembangan layanan transportasi menjadi salah satu aspek pendukung mobilitas wisatawan.

Peningkatan kenyamanan kereta, pengembangan layanan, serta penataan stasiun diharapkan dapat mendukung pengalaman perjalanan yang lebih baik. Di sisi lain, kolaborasi dengan UMKM dan komunitas lokal membuka peluang bagi stasiun untuk berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi dan budaya di daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online