Kekurangan Murid, 4 SD di Gunungkidul Dikaji untuk Digabung
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meminta kelompok Jaga Warga lebih aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing. Penguatan peran warga dinilai penting untuk mencegah berbagai gangguan keamanan, mulai dari tindak kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga penyebaran berita bohong atau hoaks.
Endah menegaskan pengamanan wilayah tidak cukup hanya mengandalkan aparat. Partisipasi masyarakat melalui kelompok Jaga Warga diperlukan untuk meningkatkan kepedulian sosial sekaligus menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal.
“Kita sudah punya kelompok jaga warga, maka keberadaannya harus dioptimalkan,” kata Mbak Endah, sapaan akrabnya, Selasa (20/10/2026).
Menurut Endah, kelompok Jaga Warga memiliki posisi strategis dalam mendorong keterlibatan masyarakat menjaga ketertiban. Keberadaan kelompok tersebut juga diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat di Bumi Handayani.
Selain menjaga keamanan, kelompok Jaga Warga diharapkan mampu memperkuat kerukunan dan membantu menyelesaikan persoalan sosial melalui dialog serta musyawarah. Upaya tersebut harus tetap menghormati hukum yang berlaku.
Jaga Warga diminta cegah persoalan sejak dini
Endah mengajak para lurah, dukuh, tokoh masyarakat, pengurus Jaga Warga, dan seluruh warga meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan masing-masing. Komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait juga perlu diperkuat agar berbagai persoalan dapat diketahui sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Ia menilai tantangan keamanan di masyarakat tidak terbatas pada potensi tindak kriminalitas. Penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, konflik sosial, serta penyebaran hoaks juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Berbagai tantangan tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat agar upaya menjaga ketertiban dapat berjalan lebih efektif. Karena itu, Endah mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif.
“Mari bersama-sama menjaga situasi dan kondisi lingkungan tetap kondusif,” katanya.
Polres Gunungkidul dukung penguatan kamtibmas
Kapolres Gunungkidul AKBP Rosana Albertina Labobar menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat. Kepolisian juga telah menyiapkan program-program strategis untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.
Program tersebut mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik hingga upaya memberikan rasa aman kepada warga. Kepolisian berharap pendekatan yang dilakukan dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.
“Harapannya kami, dapat hadir secara humanis untuk memperkaut hubungan dengan masyarakat,” katanya.
Rosana turut mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kamtibmas, termasuk panewu, lurah, dan kelompok Jaga Warga. Menurutnya, partisipasi aktif berbagai unsur tersebut berperan penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di lingkungan masing-masing.
Kolaborasi aparat dan masyarakat jadi kunci
Kapolres juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, TNI, pemerintah, dan masyarakat. Kerja sama lintas unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan gangguan keamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap aparat.
Penguatan kelompok Jaga Warga pun menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga ketertiban di Gunungkidul. Melalui kepedulian terhadap lingkungan, komunikasi yang baik, dan koordinasi dengan pihak terkait, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan sekaligus mempertahankan kerukunan sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.
Macan Tutul Jawa terekam kamera jebak di Cagar Alam Nusakambangan Barat. BKSDA memperkirakan populasinya di pulau itu sekitar 20 individu.
BGN mencatat siswa yang belajar dalam kondisi lapar turun menjadi 16% berkat MBG. Program ini menjangkau 57 juta penerima hingga September 2026.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengunjungi keluarga korban dugaan perundungan di Pemalang dan mendorong penguatan komunikasi sekolah dengan orang tua serta pen
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.
LBH Jakarta menyebut enam aktivis Greenpeace masih tertahan di Polda Metro Jaya setelah membentangkan spanduk di Bundaran HI, Selasa (20/10/2026).