Gunungkidul Dapat Bantuan Benih Durian untuk Lahan 25 Hektare

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 21 Oktober 2026 20:47 WIB
Gunungkidul Dapat Bantuan Benih Durian untuk Lahan 25 Hektare

Seorang petani sedang melakukan pemeliharaan tanaman durian yang dibudidayakan di Padukuhan Jeruksari, Wonosari, Wonosari, Selasa (20/10/2026)./ Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul mendapat bantuan benih durian untuk memperluas area budi daya hingga 25 hektare pada 2026. Program dari Kementerian Pertanian tersebut menyasar wilayah yang belum menjadi sentra durian, dengan harapan memperkuat posisi Bumi Handayani sebagai salah satu penghasil durian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan daerahnya memiliki sejumlah wilayah yang telah dikenal sebagai sentra durian. Kapanewon Patuk, Gedangsari, dan Nglipar termasuk kawasan yang selama ini mengembangkan buah tersebut.

“Beberapa kapaenwon lain seperti Ponjong, Semanu hingga Wonosari juga mulai ada budidaya durian,” kata Rismiyadi, Rabu (21/10/2026).

Menurut Rismiyadi, bantuan benih durian premium seperti montong dan musang king menjadi salah satu upaya untuk memperluas kawasan budi daya. Bantuan tersebut telah diterima dan mulai didistribusikan sekitar dua bulan sebelum keterangan disampaikan.

“Benih untuk lahan seluah speuluh hektare diberikan ke kalurahan Kenteng Ponjong. Adapun sisanya tersebar ke Kapanewon Panggang hingga Tanjungsari,” kata Rismiyadi.

Alokasi untuk lahan seluas 10 hektare di Kalurahan Kenteng, Kapanewon Ponjong, menjadi bagian dari program tersebut. Sementara itu, sisa bantuan disalurkan ke wilayah lain, termasuk Panggang dan Tanjungsari. Namun, rincian luas lahan penerima di setiap wilayah belum disebutkan.

Perluas Budi Daya di Luar Sentra Durian

Rismiyadi menjelaskan bantuan tidak hanya ditujukan untuk kawasan yang telah lama menghasilkan durian. Pemerintah juga menyasar lokasi yang berpotensi mengembangkan komoditas tersebut agar area penanaman semakin luas.

“Kalau sekarang yang menjadi sentra ada di Patuk dan Nglipar. Adapun bantuan diberikan tahun ini untuk perluasan budidaya sehingga disalurkan ke lokasi-lokasi budidaya baru,” katanya.

Perluasan ini membuka peluang bagi wilayah lain di Gunungkidul untuk mengembangkan durian. Meski demikian, pengembangan tanaman buah tetap membutuhkan perawatan dan pengelolaan yang sesuai agar tanaman dapat tumbuh dengan baik hingga menghasilkan buah.

Petani Berharap Panen Lebih Optimal

Selain perluasan area tanam, perkembangan tanaman dan potensi hasil panen juga menjadi perhatian petani durian di Gunungkidul. Sebelumnya, petani durian di Padukuhan Jeruksari, Kapanewon Wonosari, Lukas Didit, menyampaikan harapan agar kondisi kemarau mendukung hasil panen tahun ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online