Sembilan Kambing Warga Rongkop Mati Diduga Diserang Anjing Liar

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 28 Oktober 2026 16:57 WIB
Sembilan Kambing Warga Rongkop Mati Diduga Diserang Anjing Liar

Petugas kepolisian bersama warga meninjau kandang di Bulak Belang, Padukuhan Bamban, Kalurahan Bohol, Rongkop, Gunungkidul, yang kambingnya ditemukan mati diduga akibat serangan hewan liar, Rabu (28/10/2026). /Polsek Rongkop.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sembilan ekor kambing milik warga Padukuhan Bamban, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka gigitan pada Rabu (28/10/2026) pagi. Pemilik diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp4 juta.

Serangan tersebut diduga dilakukan oleh anjing liar. Namun, waktu kejadian belum diketahui secara pasti karena kandang kambing berada sekitar 500 meter dari permukiman warga.

Kapolsek Rongkop AKP Subarsana mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan mendatangi lokasi untuk memeriksa kejadian tersebut.

“Diduga mati karena gigitan anjing liar. Sembilan ekor ini terdiri dari enam anakan dan tiga ekor lainnya merupakan kambing indukan,” kata Subarsana kepada wartawan, Rabu siang.

Kambing Ditemukan Mati dengan Luka Gigitan

Menurut Subarsana, kejadian itu diketahui setelah pemilik kambing, Hadi Suwito dan Yuono, mendatangi kandang yang berada jauh dari rumah warga.

“Saat pemilik datang, posisi kambing-kambing dalam keadaan mati tergeletak dengan luka gigit di bagian leher, perut dan kaki,” kata mantan Kasi Humas Polres Gunungkidul tersebut.

Dugaan serangan anjing liar menguat setelah pemilik melihat dua ekor anjing berkeliaran di sekitar lokasi kandang. Kedua hewan itu kemudian terlihat menjauh dari lokasi.

“Kedua anjing terlihat menjauh dari lokasi kandang sehingga kuat dugaan serangan dilakukan hewan ini,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Subarsana mengingatkan warga agar meningkatkan pengawasan terhadap ternak untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Kami mengimbau agar pengawasan bisa lebih ditingkatkan agar kejadian sama tidak terulang lagi,” katanya.

Kandang di Ladang Dinilai Berisiko

Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Bohol, Yudi Wibawa, membenarkan adanya kambing milik warga yang mati akibat dugaan serangan anjing liar.

Menurut Yudi, sebagian warga terbiasa memelihara kambing di kawasan hutan atau ladang untuk memudahkan pemberian pakan. Namun, lokasi kandang yang jauh dari rumah membuat pengawasan terhadap ternak menjadi lebih terbatas.

“Memang banyak warga yang memelihara kambing-kambing di ladang dengan tujuan memudahkan dalam mencari pakan,” katanya.

Untuk mengurangi risiko serangan serupa, pemerintah kalurahan bersama Babinsa Kalurahan Bohol telah menyosialisasikan imbauan kepada warga agar untuk sementara memindahkan kandang lebih dekat ke rumah.

Dengan jarak yang lebih dekat, warga diharapkan dapat memantau kondisi ternak secara lebih rutin, termasuk pada malam hari.

“Kalau kandang berada di dekat rumah, maka pengawasan bisa dilakukan kapan saja. Termasuk saat malam hari karena jaraknya lebih dekat,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online