Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Sukarni, petani di Padukuhan Gebang, Kalitekuk, Semin, mencangkul tanah untuk mengolah lahan sebagai persiapan masa tanam, Senin (26/10/2026). / Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di Kabupaten Gunungkidul mulai mengolah lahan untuk menyambut musim tanam meski hujan yang turun di sejumlah wilayah masih berupa gerimis. Mereka memilih menyiapkan tanah lebih awal sembari menunggu hujan dengan intensitas lebih tinggi agar penanaman dapat dilakukan.
Salah seorang petani di Padukuhan Gebang, Kalitekuk, Semin, Sukarni, mengatakan hujan gerimis mulai turun di wilayahnya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut disambut baik oleh petani karena memberikan harapan bahwa musim penghujan segera tiba.
“Beberapa hari lalu sudah gerimis. Mudah-mudahan intesitas hujan bisa terus meningkat sehingga bisa dimanfaatkan petani untuk bercocoktanam,” kata Sukarni, Senin (26/10/2026).
Meski demikian, Sukarni dan petani lainnya belum terburu-buru menanam. Mereka terlebih dahulu mengolah lahan secara manual menggunakan cangkul untuk menggemburkan tanah.
Pengolahan tersebut juga dilakukan untuk membantu memperlancar sirkulasi air dan nutrisi di dalam tanah. Selain itu, petani membersihkan gulma atau rerumputan yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.
“Tentunya juga untuk membasmi gulma atau rerumputan yang dapat menggangu tanaman. Mudah-mudahan dengan pengolahan lahan ini bisa meningkatkan kesuburan tanah,” katanya.
Sukarni mengatakan waktu penanaman akan menyesuaikan kondisi cuaca. Ia memilih menunggu hingga hujan turun secara lebih konsisten sebelum mulai menanam agar kondisi lahan mendukung pertumbuhan tanaman.
“Yang penting dipersiapkan lahannya terlebih dahulu. Nanti, kalau sudah benar-benar musim hujan baru mulai menanam,” kata dia.
Hal serupa disampaikan petani lainnya di Padukuhan Gebang, Suparno. Menurut dia, gerimis yang turun saat ini belum cukup untuk membuat tanah menjadi gembur sehingga lahan masih perlu diolah sebelum digunakan untuk bercocok tanam.
“Kita olah dulu biar lebih gembur. Kalau hujan sudah turun dengan intesitas yang lebat, maka bisa langsung ditanami,” katanya.
Suparno menjelaskan lahan yang digarapnya merupakan lahan milik kehutanan yang dikembangkan untuk budi daya nangka. Di sela-sela pohon nangka, petani diperbolehkan menanam sejumlah komoditas lain, yakni jagung, kacang tanah, dan padi.
“Tiga jenis tanaman ini yang boleh ditanam agar pohon Nangka bisa tetap tumbuh subur. Untuk luasan, per orang bisa menggarap hingga 1.600 meter persegi,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan hujan mulai terpantau turun di wilayah Bumi Handayani. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan petani untuk mengolah tanah sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa tanam.
“Tanah diolah dulu untuk persiapan tanam agar bisa subur sehingga panennya bisa optimal,” katanya.
Selain menyiapkan lahan, Rismiyadi meminta petani mempersiapkan benih unggul dan pupuk yang diperlukan untuk pemeliharaan tanaman. Persiapan sejak dini diharapkan membantu petani memanfaatkan datangnya musim hujan ketika kondisi sudah memungkinkan untuk mulai menanam.
“Sekarang belum musim hujan, tapi hujan sudah mulai turun. Ini bisa dipergunakan untuk persiapan sebelum masa tanam tiba di awal musim penghujan pada Desember mendatang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
iFixit membongkar iPhone Duo dan menemukan dugaan penyebab layar retak. Ponsel lipat Apple ini mendapat skor reparabilitas 5/10.
Veda Ega Pratama kecewa setelah Moto3 Australia 2026 dibatalkan akibat cuaca buruk. Ia kini mengalihkan fokus ke GP Malaysia.
SUV hybrid ini juga dibekali fitur penyuplai listrik untuk perangkat eksternal dan diklaim berpotensi menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dengan satu tang
Petani Gunungkidul mulai mengolah lahan dan menyiapkan benih serta pupuk sambil menunggu musim hujan yang diperkirakan tiba pada Desember 2026.
Deezer menyiapkan fitur untuk menyaring lagu yang sepenuhnya dibuat AI. Perusahaan telah mendeteksi lebih dari 42 juta lagu AI.