Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
BPPTKG DIY meneliti tanah ambles di Panggang Gunungkidul menggunakan geolistrik dan drone lidar sebagai dasar penanganan dan mitigasi bencana. /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY melakukan kajian geologi atas peristiwa tanah ambles yang terjadi di rumah warga Padukuhan Bolang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Selasa (20/1/2026). Hasil penelitian tersebut akan menjadi dasar penanganan dan mitigasi kebencanaan di lokasi terdampak.
Peneliti Ahli Pratama BPPTKG DIY Ilham Nurdin mengatakan, tim melakukan pemetaan kondisi tanah di rumah milik Sujanto dengan memadukan teknologi bawah permukaan dan pemotretan udara. Metode tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai struktur tanah dan potensi risiko lanjutan.
Menurut Ilham, pemetaan bawah permukaan dilakukan menggunakan teknologi geolistrik guna mengetahui ukuran lubang serta kondisi rongga tanah di lokasi amblesan. Analisis ini penting untuk mengidentifikasi kemungkinan perluasan rongga yang masih tersembunyi di bawah bangunan.
“Pemetaan geolistrik dilakukan untuk mengetahui seberapa besar rongga tanah dan potensi perkembangan amblesan di sekitar lokasi kejadian,” ujar Ilham kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Selain itu, tim BPPTKG juga melakukan pemotretan dari udara menggunakan drone berbasis teknologi lidar. Ilham menjelaskan, teknologi ini memungkinkan pemetaan kondisi geografis secara detail tanpa terhalang vegetasi di sekitar lokasi.
“Data dari pemetaan bawah tanah dan udara akan kami gabungkan. Hasil kajian tersebut akan menjadi rujukan dalam penanganan tanah ambles di lokasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar rumah yang mengalami amblesan. Ia menyebut pihaknya masih menunggu hasil kajian BPPTKG sebelum menentukan langkah penanganan lanjutan.
“Sebelum hasil kajian selesai, kami meminta warga tetap berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar lokasi tanah ambles,” ujarnya.
Dukuh Bolang Sukirjo mengatakan, tidak ada yang mengetahui secara pasti waktu terjadinya tanah ambles di dalam rumah Sujanto. Peristiwa tersebut baru diketahui pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB saat pemilik rumah membersihkan area bangunan.
Ia menduga kejadian tersebut berkaitan dengan hujan deras yang mengguyur wilayah setempat beberapa waktu sebelumnya. Dari hasil pengecekan, ditemukan rongga besar di bawah pondasi rumah hingga area dapur.
“Dari pondasi terlihat ada lubang dan rongga cukup besar. Setelah dicek, lebarnya sekitar enam meter dengan panjang empat meter dan kedalaman kurang lebih tiga meter,” kata Sukirjo kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).
Akibat kejadian tersebut, Sujanto bersama empat anggota keluarganya memilih mengungsi sementara ke rumah orang tua yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi. Langkah ini diambil karena kekhawatiran adanya amblesan susulan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Risikonya masih tinggi jika terjadi amblesan lanjutan, sehingga pemilik rumah memilih untuk mengungsi sementara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.