Advertisement
Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
Serah terima Perjanjian Kerja Sama antara Komdigi dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diwakili oleh Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Sudaryanto. - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus berkomitmen memperluas jangkauan diseminasi informasi publik. Salah satunya melalui pemberdayaan Duta Damai menjadi Penyuluh Informasi Publik (PIP) sebagai mitra strategis komunikasi pemerintah.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, dalam sambutan Bimbingan Teknis Sarana Pelatihan dan Apresiasi (SAPA) PIP pada 3 Maret 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi dalam penguatan komunikasi publik.
Advertisement
“Persoalan kebangsaan akan lebih mudah dihadapi jika dikerjakan bersama. Kolaborasi akan memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas komunikasi publik terkait program prioritas pemerintah,” ujarnya dalam siaran tertulis.
Bimtek SAPA PIP Rekrutmen Tahun 2026 yang digelar secara hybrid di DIY dihadiri oleh 283 Duta Damai perwakilan dari 19 provinsi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi Komdigi dalam memberikan pembekalan teknis, seperti tata kerja program PIP, penggunaan sistem informasi pelaporan, serta substansi terkait program prioritas pemerintah.
BACA JUGA
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,” terang Fifi.
Ia memaparkan tujuh risiko utama yang mengintai anak ketika terlalu dini mengakses media sosial, antara lain adiksi, profiling data pribadi, potensi berkomunikasi dengan orang tidak dikenal, serta gangguan konsentrasi atau brain rot akibat paparan konten berlebihan. Risiko tersebut dapat memengaruhi perkembangan mental, fokus belajar, dan kesehatan psikologis anak.
“Prinsipnya bukan melarang anak mengakses digital, tetapi menunggu hingga anak siap secara usia, fisik, dan mental. Pada usia anak-anak, energi dan perhatian seharusnya difokuskan untuk tumbuh dan belajar secara optimal,” jelasnya.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan serah terima Perjanjian Kerja Sama antara Komdigi dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diwakili oleh Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Sudaryanto.
“Kami di BNPT akan selalu siap bersinergi dengan Komdigi dalam penguatan komunikasi publik, terlebih untuk menyukseskan program prioritas pemerintah,” ujar Sudaryanto.
Selain dengan BNPT, Komdigi juga telah berkolaborasi dengan Kementerian Agama serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam program PIP sebagai mitra strategis untuk menyampaikan program prioritas nasional Asta Cita secara tatap muka.
PIP direkrut dari individu yang memiliki kapasitas komunikasi, keterlibatan sosial, serta komitmen tinggi dalam mendukung penyebarluasan informasi publik. Kolaborasi lintas kementerian ini menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan dapat mengakses informasi pemerintah yang relevan, kredibel, dan berdampak melalui kehadiran langsung PIP di lapangan.
Fifi berharap PIP dapat menjadi jembatan yang kuat antara kebijakan pemerintah dan masyarakat dengan menjaga integritas, menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, serta menjadi agen harmoni di tengah masyarakat.
“Ketika informasi disampaikan dengan benar dan penuh tanggung jawab, kepercayaan akan tumbuh. Dari kepercayaan itulah persatuan bangsa semakin kuat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








