Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Foto diambil 17 Agustus 2023/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras memicu luapan sungai bawah tanah di Pantai Baron hingga memunculkan fenomena dua warna air laut yang kembali menarik perhatian wisatawan.
Fenomena ini menyebabkan air di kawasan pantai terbagi menjadi dua warna akibat pertemuan air banjir dan air laut.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdiyanto, mengatakan banjir di sungai bawah tanah itu terjadi sejak Senin (24/11/2025) pagi. "Ini dampak hujan deras di wilayah utara sejak Minggu (23/11/2025) malam," ujarnya, Senin siang.
Menurut Suris, banjir di lokasi itu merupakan kejadian biasa. "Kalau hujan deras, pasti di sungai bawah tanah akan meluap dengan debit lebih tinggi dari biasanya," katanya.
Banjir itulah yang memunculkan fenomena dua warna air laut—coklat dari air banjir dan biru dari air laut. "Jadi ada pertemuan antara air laut dengan aliran dari sungai bawah tanah, sehingga warnanya jadi dua," ungkapnya.
Dia menjelaskan, fenomena dua warna tersebut hal yang biasa terjadi setiap musim hujan. Biasanya, fenomena ini berlangsung dua hingga tiga hari, asalkan tidak ada hujan susulan. "Kalau cuaca cerah, dalam tiga hari air banjir akan menghilang. Tapi kalau hujan terus, fenomena dua warna ini bisa bertahan lebih lama," jelas Suris.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Marjono, menambahkan, banjir itu tidak mengganggu aktivitas wisata. Pengunjung tetap bisa datang ke Pantai Baron seperti biasa.
"Yang terpenting, wisatawan mematuhi imbauan petugas. Kami selalu mengingatkan agar tidak bermain di area berbahaya," kata Marjono.
Saat ini, menurut dia, wisatawan yang ingin ke Pantai Baron harus menyeberang menggunakan perahu. Aliran sungai bawah tanah yang mengarah ke timur membuat kawasan pantai terpisah, mirip sebuah pulau atau yang dikenal warga setempat sebagai gumuk pasir dadakan.
"Aliran sungai bawah tanah sering berubah. Kalau ke timur, pengunjung harus menyeberang. Tapi kalau langsung ke selatan, tidak perlu menyeberang karena pantai tidak terbelah aliran sungai," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.