Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Aktivitas di Pelabuhan Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang. Terlihat sejumlah perahu mesin tempel sedang bersandar di area dermaga Pelabuhan. Foto diambil 28 April 2026.Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Produksi tangkapan ikan laut di wilayah Gunungkidul mengalami penurunan signifikan sepanjang 2025. Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat mencatat total hasil tangkapan hanya mencapai 489.259 kilogram atau sekitar 489,259 ton.
Jumlah ini merosot tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, total tangkapan nelayan mencapai 923.054 kilogram atau 923,054 ton.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Arghamina di Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Fadel Suhaji, mengakui penurunan tersebut cukup drastis.
“Hasil tangkapan ikan laut di Gunungkidul memang turun sangat signifikan. Ini berdasarkan akumulau catatan di delapan TPI di Bumi Handayani,” katanya, Kamis (14/5/2025).
Delapan TPI Jadi Sumber Data Produksi Ikan
Penurunan produksi ini dihimpun dari delapan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tersebar di wilayah pesisir Gunungkidul. Di antaranya TPI Baron di Kemadang, Tanjungsari; TPI Sadeng di Songbanyu, Girisubo; serta TPI Ngrenehan di Kanigoro, Saptosari.
Selain itu, terdapat TPI Drini di Banjarejo, TPI Gesing di Girikarto, TPI Siung di Purwodadi, dan TPI Ngandong di Sidoharjo, Tepus.
Seluruh titik tersebut menjadi indikator utama dalam memantau dinamika hasil tangkapan nelayan di kawasan pesisir selatan.
Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Utama
Suhaji menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab dominan menurunnya hasil tangkapan ikan. Kondisi gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan tidak bisa melaut secara optimal.
“Sering terjadi gelombang tinggi dengan embusan angin kencang. Jadi, kalau cuacanya sudah ekstrem, maka nelayan berhenti melaut,” katanya.
Kondisi ini berdampak langsung pada frekuensi melaut dan jumlah tangkapan yang bisa diperoleh.
Nelayan Beralih Tangkap Benur
Selain faktor cuaca, perubahan pola tangkap nelayan juga berkontribusi terhadap penurunan produksi ikan. Banyak nelayan kini memilih menangkap benih bening lobster (BBL) atau benur.
“Banyak nelayan yang beralih untuk menangkap Benih Bening Lobster [BBL],” ujar Suhaji.
Peralihan ini dinilai lebih menjanjikan dalam kondisi tangkapan ikan yang sulit.
Nelayan: Tangkap Ikan Tak Lagi Menutup Biaya
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto, menyebut kondisi saat ini sebagai masa paceklik bagi nelayan.
“Kalau ikan sulit, maka hasil tangkapan yang diperoleh tidak menutupi untuk biaya operasional di laut,” katanya.
Menurutnya, menangkap benur menjadi alternatif karena lebih mudah dan tidak membutuhkan peralatan kompleks.
“Untuk menangkap, hanya membutuhkan alat penerangan dan karung goni sebagai media tangkap,” jelasnya.
Meski demikian, aktivitas ini tetap bergantung pada kondisi cuaca.
“Tapi, kondisi cuaca juga ikut berpengaruh. Sebab, kalau saat terjadi cuaca buruk, maka aktivitas tetap dihentikan,” katanya.
Penurunan hasil tangkapan ini menjadi tantangan serius bagi nelayan di Gunungkidul. Selain menghadapi faktor alam, mereka juga harus beradaptasi dengan perubahan pola ekonomi di sektor perikanan.
Jika kondisi cuaca ekstrem terus berlanjut, bukan tidak mungkin produksi ikan akan semakin tertekan. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menghadirkan solusi agar kesejahteraan nelayan tetap terjaga di tengah ketidakpastian ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus berjalan beriringan dalam Malam Tirakatan HUT ke-81 RI.
Sebanyak 683 dari 794 BTS terdampak gempa NTT telah pulih. Komdigi mencatat 111 site masih mengalami gangguan.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.