Mete Gunungkidul Pernah Tembus Kanada, Kini Bidik Pasar Nasional
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Seorang lansia berusia 72 tahun asal Padukuhan Tempuran Wetan, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah di tegalan miliknya, Rabu (23/9/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban berinisial M melakukan pembakaran sampah di lahan miliknya pada Rabu siang. Korban kemudian ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa setelah istrinya menyadari korban tak kunjung pulang.
Istri korban lantas meminta bantuan tetangga untuk mencari keberadaan M. Saat ditemukan, korban sudah terbujur kaku di lahan yang sebelumnya digunakan untuk membakar sampah.
"Sudah dalam keadaan meningal dunia," kata Kapolsek Ngawen, AKP Arif Heriyanto saat dihubungi Rabu petang.
Setelah mendapatkan laporan, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka bakar di sekujur tubuh.
"Ada bekas luka bakar dengan kondisi punggung melepuh," ungkapnya.
Arif menduga korban meninggal dunia saat berusaha memadamkan kobaran api yang membesar akibat embusan angin kencang. Namun, karena faktor usia, korban diduga terjatuh hingga akhirnya tubuhnya terbakar.
"Faktor usia. Mungkin terjatuh hingga akhirnya malah terbakar," katanya.
Arif berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Terlebih, pada musim kemarau seperti sekarang, banyak kebakaran lahan yang disebabkan aktivitas pembakaran sampah.
"Harus berhati-hati karena api cepat berkobar dan pemadamannya lebih sulit karena embusan angin kencang," kata mantan Kapolsek Semin ini.
154 Kasus Kebakaran
Sebelumnya diberitakan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), BPBD Gunungkidul mencatat hingga September ini sudah terjadi 154 kasus kebakaran.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 81 kasus merupakan kebakaran lahan dan hutan. Adapun sisanya merupakan kebakaran rumah, kandang, serta bangunan lainnya.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha, UPT Damkarmat BPBD Gunungkidul, Ngadiyono mengatakan kasus kebakaran pada tahun ini melonjak sangat signifikan.
Kemarau panjang menjadi salah satu faktor tingginya angka kebakaran di Bumi Handayani. Sejak awal tahun hingga pertengahan September ini, tercatat sudah ada 154 kasus kebakaran.
“Jumlahnya naik signifikan dibandingkan kejadian di 2025. Tahun lalu, kebakaran terjadi di 59 lokasi, yang empat di antaranya merupakan kebakaran lahan,” kata Ngadiyono, Rabu (16/9/2026).
Menurut dia, tingginya kasus kebakaran tahun ini juga telah menyebabkan dua warga meninggal dunia. Kasus tersebut ditemukan di Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop dan Dadapayu di Kapanewon Semanu.
“Keduanya merupakan lansia yang meninggal dunia terbakar saat aktivitas pembakaran sampah,” katanya.
Selain korban meninggal dunia, Ngadiyono mencatat kerugian material akibat kebakaran hingga September mencapai Rp2.968.000.000.
“Mudah-mudahan tidak terus bertambah sehingga dapat ditekan karena kerugian akibat kebakaran di tahun lalu mencapai Rp3.266.300.000,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 25 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.