46 Sekolah di Gunungkidul Belum Cairkan Dana Revitalisasi dari Pusat
Sebanyak 46 dari 176 sekolah penerima bantuan revitalisasi di Gunungkidul belum mencairkan dana. Pemkab sudah melaporkan persoalan ini ke kementerian.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kondisi jalur Gedang Klutuk menuju Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, menjadi perhatian warga karena kerap terjadi kecelakaan. Masyarakat berharap pemerintah melakukan normalisasi dengan memperlebar ruas jalan tersebut agar kendaraan lebih leluasa melintas, terutama saat melewati turunan dan tikungan.
Salah seorang warga Padukuhan Nglaban, Kalurahan Jepitu, Rubiyanto, mengatakan jalur tersebut merupakan akses menuju salah satu destinasi wisata favorit di wilayah timur Gunungkidul. Namun, kondisi jalan yang menurun sekaligus menikung membuat pengendara harus ekstra waspada.
Menurutnya, kecelakaan sudah berulang kali terjadi di tikungan Gedang Klutuk. Kendaraan yang tidak mampu melewati tikungan dengan baik berisiko keluar jalur hingga menabrak tebing perbukitan karst di sekitar lokasi.
“Sudah sering terjadi kecelakaan di tikungan Gedang Klutuk,” kata Rubiyanto, Jumat (6/11/2026).
Rubiyanto menilai keberadaan pagar pengaman dari ban bekas selama ini membantu mengurangi risiko kecelakaan fatal. Pengaman tersebut dipasang di sekitar tebing untuk mengurangi dampak benturan apabila pengendara kehilangan kendali.
“Beruntung sudah dikasih pagar pengaman menggunakan ban bekas sehingga mengurangi risiko kecelakaan fatal,” katanya.
Meski demikian, warga berharap penanganan tidak hanya mengandalkan pagar pengaman. Pemerintah diminta melakukan normalisasi dengan memperlebar jalur sehingga kendaraan memiliki ruang lebih baik ketika melintasi bagian jalan yang menurun dan menikung.
“Rata-rata kecelakaan terjadi adalah pengendara menuju pantai, makanya kami berharap kepada pemerintah agar ada upaya normalisasi jalur,” kata dia.
Kerawanan jalur tersebut juga disampaikan Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko. Ia membenarkan bahwa tikungan Gedang Klutuk termasuk lokasi yang kerap terjadi kecelakaan.
Sunu menyebutkan, belum lama ini seorang pengendara sepeda motor kembali mengalami kecelakaan di lokasi tersebut. Beruntung, korban dalam kejadian terbaru itu tidak mengalami luka.
“Belum lama ini ada pengendara motor yang kecelakaan di jalur Gedang Klutuk. Kami bersyukur, korban tidak terluka karena selama ini sudah banyak yang terluka hingga meninggal dunia di tikungan Gedang Klutuk,” katanya.
Untuk mengurangi dampak kecelakaan, pengaman dipasang di sekitar tebing yang berada di jalur tersebut. Pemasangan pagar pengaman sudah berlangsung sejak 2014 dengan menggunakan material yang beberapa kali mengalami pergantian.
Sunu menjelaskan, pada awalnya pengaman dibuat menggunakan karung berisi serbuk gergaji. Namun, material tersebut harus diganti setiap tahun karena kondisinya cepat rusak.
Sejak 2022, penggunaan karung berisi serbuk gergaji kemudian digantikan dengan ban bekas. Material tersebut dipasang di sekitar tebing sebagai pengaman ketika kendaraan mengalami kecelakaan.
“Pemasangan pagar pengaman sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Berhubung karung serbuk gergaji harus diganti setiap tahun karena cepat rusak, maka sejak 2022 lalu diganti mengunakan ban bekas,” katanya.
Sunu menerangkan, pemasangan ban bekas bertujuan mengurangi risiko kendaraan langsung menghantam tebing karst ketika terjadi kecelakaan. Selain menjadi pelindung, keberadaan ban juga berfungsi sebagai penanda visual bagi pengendara yang melintasi jalur tersebut.
Ketika mulai memasuki turunan, pengendara dapat melihat deretan ban bekas yang menempel di tebing. Penanda tersebut diharapkan membuat pengguna jalan lebih berhati-hati saat melewati tikungan Gedang Klutuk.
“Pada saat mulai menurun sudah kelihatan ban-ban bekas yang menempel di tebing sehingga pengendara bisa lebih berhati-hati saat melintas,” katanya.
Namun, pengaman dari ban bekas tersebut juga pernah mengalami kerusakan akibat kebakaran. Sunu menduga api berasal dari puntung rokok yang dibuang di sekitar lokasi hingga memicu kobaran api dan membakar ban-ban yang terpasang.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah ban yang digunakan sebagai pagar pengaman harus diganti. Sunu mengatakan penggantian dilakukan agar pengaman di jalur rawan kecelakaan tersebut dapat kembali berfungsi.
“Makanya dilakukan penggantian. Kami beterimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendonasikan ban-ban bekas dimiliki untuk jadi pagar pengaman di jalur Gedang Klutuk,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pihak-pihak yang telah mendonasikan ban bekas untuk dipasang di sekitar tikungan. Bantuan tersebut digunakan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko kecelakaan di jalur menuju Pantai Wediombo.
Di sisi lain, harapan warga agar pemerintah memperlebar jalur Gedang Klutuk tetap menjadi perhatian. Normalisasi jalan diharapkan dapat memberikan ruang gerak kendaraan yang lebih baik saat melintasi turunan dan tikungan yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 46 dari 176 sekolah penerima bantuan revitalisasi di Gunungkidul belum mencairkan dana. Pemkab sudah melaporkan persoalan ini ke kementerian.
Kejagung mengungkap enam perusahaan yang dikendalikan Arif Kurniawan dalam kasus dugaan korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan alat cetak KTP elektronik bermasalah di Lendah, Galur, dan Panjatan. Warga mengeluhkan hasil cetak bergaris.
Dinkes Sleman mengimbau warga menerapkan PHBS dan mengenali gejala ISPA di tengah perubahan cuaca, terutama pada kelompok rentan.
Yusril mempersilakan Komnas HAM menyelidiki bentrokan di Pidie, Aceh, yang mengakibatkan satu warga meninggal dan 13 orang luka-luka.
MilkLife Kickers meraih dua kemenangan pada hari kedua Singa Cup 2026 setelah mengalahkan BMW 8-0 dan Fremantle City FC 5-1.