BPS Catat 55,14% Pekerja DIY Berada di Sektor Informal

Anisatul Umah
Anisatul Umah Jum'at, 06 November 2026 15:37 WIB
BPS Catat 55,14% Pekerja DIY Berada di Sektor Informal

Foto ilustrasi: Deretan pengusaha UMKM di Kota Jogja, Jumat (2/10/2026). Hingga saat ini, pekerja informal seperti pengusaha UMKM masih mendominasi pekerja di DIY./Harian Jogja-Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Proporsi pekerja informal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat menjadi 55,14% pada Agustus 2026. Angka tersebut naik 1,17 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 53,97%.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pekerja informal mencakup penduduk yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas, serta pekerja keluarga atau tidak dibayar.

Plt. Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan berdasarkan status pekerjaan, penduduk bekerja masih didominasi buruh, karyawan, atau pegawai dengan proporsi 41,46%.

"Dari sisi status pekerjaan, penduduk bekerja masih didominasi oleh buruh, karyawan, atau pegawai dengan proporsi 41,46," ujarnya.

Menurut BPS DIY, pengelompokan pekerja formal dan informal didasarkan pada status pekerjaan, bukan jenis lapangan usaha. Pekerja formal mencakup penduduk dengan status buruh atau karyawan serta mereka yang berusaha dibantu buruh tetap atau dibayar.

Penduduk Bekerja di DIY Bertambah 3.360 Orang

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026, jumlah penduduk bekerja di DIY mencapai 2,20 juta orang. Jumlah tersebut bertambah sekitar 3.360 orang dibandingkan Agustus 2025.

Dari total 3,07 juta penduduk usia kerja di DIY, sebanyak 2,28 juta orang merupakan angkatan kerja. Sementara itu, jumlah penduduk yang menganggur tercatat sebanyak 75.950 orang.

Endang menjelaskan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2026 mencapai 74,17%. Angka ini menurun dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 74,74%.

Penurunan TPAK terjadi pada penduduk laki-laki maupun perempuan. TPAK laki-laki tercatat sebesar 83,62%, sedangkan TPAK perempuan mencapai 65,08%.

Tingkat Pengangguran Terbuka DIY Turun

Seiring bertambahnya jumlah penduduk bekerja, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DIY pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,33%. Angka tersebut turun dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 3,46%.

Menurut Endang, penurunan TPT tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi pengangguran di DIY. Namun, perkembangan berdasarkan jenis kelamin dan wilayah tempat tinggal menunjukkan kondisi yang berbeda.

"Berdasarkan jenis kelamin TPT laki-laki turun dari 3,88% menjadi 3,54%, sedangkan TPT perempuan naik dari 2,94% menjadi 3,08%. Berdasarkan wilayah tempat tinggal, TPT perkotaan tercatat sebesar 3,71%, lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan yang sebesar 2,13%," jelasnya.

Pertanian hingga Perdagangan Serap Tenaga Kerja Terbesar

Endang mengatakan perkembangan aktivitas ekonomi pada sejumlah lapangan usaha turut memengaruhi dinamika ketenagakerjaan di DIY.

Pada Agustus 2026, tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah pertanian, perdagangan, dan industri. Sektor pertanian menyerap 19,35% penduduk bekerja, disusul perdagangan sebesar 18,42% dan industri sebesar 16,30%.

Sektor akomodasi dan makan minum juga mencatat peningkatan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Proporsinya naik dari 11% pada Agustus 2025 menjadi 11,57% pada Agustus 2026.

Mayoritas Pekerja DIY Berpendidikan SMA ke Atas

Dari sisi pendidikan, sebanyak 61,39% penduduk bekerja di DIY merupakan lulusan SMA ke atas. Sementara itu, pekerja dengan pendidikan SD ke bawah mencapai 22,02%.

Endang menyebut proporsi penduduk bekerja dengan pendidikan SD ke bawah cenderung menurun. Sebaliknya, proporsi pekerja berpendidikan SLTA ke atas menunjukkan kecenderungan meningkat.

"Hal ini menjadi salah satu gambaran perubahan kualitas sumber daya manusia dalam pasar kerja DIY," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online