KPK Periksa Bos Tempo Scan Group Terkait Dugaan Pemberian di Imipas
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Seminar membahas kesejahteraan umat di era digital, termasuk pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan materi dan rohani. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Tantangan menjaga keseimbangan antara kebutuhan materi dan rohani semakin kompleks di tengah pesatnya perkembangan era digital. Kecukupan ekonomi dan terpenuhinya kebutuhan dasar belum tentu menjamin kesejahteraan apabila kehidupan spiritual dan nilai-nilai agama terabaikan.
Isu itu dibahas dalam International Seminar on Islam and Social Well-being in Contemporary Era (ISWEC) 2026 Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (FIAI UII) bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada Rabu (22/9/2026).
Seminar internasional tersebut menjadi ruang untuk memperkuat jaringan akademis antara Indonesia dan Malaysia sekaligus mendiskusikan konsep kesejahteraan umat di tengah berbagai tantangan era digital.
Dekan FIAI UII Asmuni mengatakan penyelenggaraan seminar internasional tersebut memiliki dua makna penting bagi UII dan UTM.
"Pertama adalah memperkuat jaringan silaturahmi antara Indonesia dan Malaysia, wabil khusus antara Universitas Islam Indonesia dengan Universiti Teknologi Malaysia. Silaturahmi ini penting agar kita bisa memenuhi hajat atau kebutuhan akademik," kata Asmuni.
Makna kedua, lanjut Asmuni, seminar tersebut menjadi sarana dialog akademik yang dibutuhkan mahasiswa, dosen, hingga para pakar dari kedua negara. Ia berharap kerja sama antara kedua perguruan tinggi tersebut dapat terus berlanjut melalui berbagai agenda kolaboratif berikutnya.
Dalam seminar yang mengangkat tema besar kesejahteraan sosial berbasis Islam menuju masyarakat digital tersebut, Asmuni menegaskan bahwa mewujudkan kesejahteraan umat bukan perkara mudah.
Menurutnya, manusia diciptakan dengan dua dimensi ganda (tsunaiyyatul khalqi), yakni aspek materi dan rohani. Karena itu, konsep kesejahteraan dalam perspektif Islam tidak cukup hanya diukur dari kondisi material.
"Mempersatukan keseimbangan antara materi dan rohani itu merupakan hal yang paling sulit, terutama jika ditinjau dari perspektif Islam. Kalau dari perspektif materialistik atau kapitalistik gampang, harta banyak berarti sejahtera. Tapi dalam Islam tidak seperti itu," jelasnya.
Asmuni menjelaskan kecukupan materi seperti pemenuhan haddul kifayah atau kebutuhan dasar memang menjadi salah satu instrumen penting dalam kesejahteraan.
Namun, tingkat pendapatan yang tinggi belum tentu menjamin kesejahteraan seseorang apabila aspek rohaninya terabaikan.
Tantangan tersebut, menurutnya, semakin kompleks pada era kontemporer dan era digital. Kehidupan modern dinilai dapat membuat nilai-nilai agama semakin tergerus sehingga berisiko melahirkan manusia yang hampa dari nilai-nilai spiritual (al-insan al-mu’ashir).
"Di era modern ini, banyak manusia yang hampa dari nilai-nilai agama. Inilah tantangan kita ke depan, bagaimana merumuskan instrumen kesejahteraan yang komprehensif berdasarkan perspektif Islam," pungkas Asmuni.
Bahas Tantangan Masyarakat Digital
Panitia seminar, Rizqi Anfanni Fahmi, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai respons terhadap pesatnya laju transformasi digital yang membawa peluang sekaligus tantangan kompleks bagi tatanan nilai dan kesejahteraan sosial masyarakat modern.
Kolaborasi FIAI UII dan UTM tersebut bertujuan menyediakan wadah diskusi akademis internasional untuk menggali gagasan, pendekatan inovatif, serta solusi berbasis nilai-nilai Islam dalam membangun kesejahteraan masyarakat di era digital. Kegiatan tersebut digelar melalui kerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
"Sesi pleno menghadirkan tiga pemateri utama yaitu Nur Najwa Hanani Abd Rahman dari UTM membahas otoritas keagamaan di era digital, M. Nurul Ikhsan Saleh dari UII memaparkan pendidikan inklusif dan pencegahan perundangan [bullying], serta Nadhirah Muhamad Arib dari UTM yang mengulas resiliensi masyarakat digital," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.