Uang Masjid di Semin Hilang Saat Pembangunan Belum Rampung
Dana pembangunan masjid di Semin, Gunungkidul, sebesar Rp13 juta raib dicuri saat pembangunan belum rampung.
Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Museum di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5). / istimewa Dinas Kebudayaan Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mengenalkan sejarah, budaya, dan dunia permuseuman kepada para pelajar di Bumi Handayani.
Selain melatih kemampuan akademik dan jiwa kompetitif siswa, lomba cerdas cermat museum juga dirancang sebagai media edukasi interaktif berbasis pengetahuan sejarah dan budaya lokal. Kegiatan itu didukung pembiayaan dari Dana Keistimewaan Pemerintah Daerah DIY.
“Kegiatan diselenggarakan di Taman Budaya. Untuk peserta diikuti oleh SMP di Gunungkidul dan sudah memasuki babak grand final,” kata Kepala Bidang Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Asih Wulandari, Selasa (12/5/2026).
Pada babak grand final, terdapat lima sekolah yang berhasil lolos, yakni SMP Negeri 1 Tanjungsari, SMP Negeri 1 Semin, SMP Negeri 1 Paliyan, SMP Negeri 2 Patuk, dan SMP Negeri 1 Rongkop.
“Total ada 71 regu, namun di babak grandfinal hanya diikuti lima regu terbaik,” katanya.
Asih menjelaskan lomba tersebut tidak hanya bertujuan menumbuhkan semangat kompetisi di kalangan pelajar, tetapi juga memperkuat pemahaman siswa mengenai sejarah, budaya, dan museum sebagai bagian identitas daerah.
Materi yang dilombakan meliputi sejarah lokal DIY, nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta, hingga warisan budaya yang berkembang di Gunungkidul dan sekitarnya.
“Ini menjadi media edukasi interaktif berbasih pengetahuan mengenai permuseuman. Untuk materi ada sejarah lokal DIY, nilai-nilai keistimewaan serta warisan budaya yang menjadi identitas daerah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kebudayaan Gunungkidul berharap generasi muda semakin tertarik mempelajari sejarah dan kebudayaan daerah. Lomba juga diharapkan mampu menanamkan nilai perjuangan para pahlawan serta memperkenalkan kekayaan warisan budaya bangsa kepada para siswa.
“Tujuan lain untuk mengenalkan nilai-nilai kejuangan dari para pahlawan hingga mengetahu warisan budaya dan sejarah bangsa yang ada di Gunungkidul,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agung Danarto, menyambut positif penyelenggaraan lomba cerdas cermat museum tingkat SMP tersebut. Menurut dia, kompetisi digelar secara berjenjang karena pemenang akan mewakili Gunungkidul pada ajang serupa tingkat DIY.
Agung berharap prestasi yang diraih peserta nantinya dapat melanjutkan capaian positif Kabupaten Gunungkidul di bidang kebudayaan. Sebelumnya, kontingen Gunungkidul berhasil meraih juara pertama lomba Langen Carita tingkat Pemerintah DIY.
“Harus bisa menunjukan prestasi karena beberapa hari lalu berhasil meraih juara satu Langen Carita di tingkat Pemerintah DIY. Harapannya bisa memberikan motivasi bagi para peserta guna menunjukan kemampuan yang terbaik,” katanya.
Pelaksanaan lomba cerdas cermat museum di Taman Budaya Gunungkidul tersebut sekaligus menjadi bagian upaya memperkuat literasi sejarah dan budaya di kalangan pelajar melalui metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dana pembangunan masjid di Semin, Gunungkidul, sebesar Rp13 juta raib dicuri saat pembangunan belum rampung.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.