Patangpuluhan Perkuat Gizi Keluarga demi Pertahankan Nol Stunting

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Rabu, 13 Mei 2026 00:17 WIB
Patangpuluhan Perkuat Gizi Keluarga demi Pertahankan Nol Stunting

Pelatihan pembuatan menu Beragam, Bergizi, Sehat, dan Aman (B2SA) di Kelurahan Patangpuluhan, Senin (11/5/2026). - Ist/ Kelurahan Patangpuluhan

Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, terus memperkuat upaya pencegahan stunting meski telah berhasil mencapai nol kasus. Salah satu langkah yang dilakukan yakni meningkatkan literasi gizi keluarga melalui pelatihan pengolahan pangan sehat bagi warga.

Program preventif tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan menu Beragam, Bergizi, Sehat, dan Aman (B2SA) yang menyasar kader kesehatan, ibu hamil, serta orang tua balita dari berbagai wilayah RW di Kelurahan Patangpuluhan.

Kegiatan yang berlangsung di pendopo kelurahan pada Senin (11/5/2026) itu menekankan bahwa makanan sehat tidak selalu identik dengan biaya mahal. Warga diajak memahami pentingnya memilih bahan pangan yang tepat, memperhatikan komposisi gizi, serta menerapkan cara pengolahan yang sehat dan aman.

“Kita sudah berhasil nol kasus, tapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana mempertahankan itu. Melalui pelatihan B2SA ini, kita ingin membekali ibu-ibu dengan kreativitas mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian yang menggugah selera anak namun tetap kaya nutrisi,” ujar Lurah Patangpuluhan, Dinda Kardina.

Materi pelatihan disampaikan oleh ahli gizi yang menjelaskan prinsip dasar pola makan B2SA, mulai dari keberagaman sumber pangan hingga pemenuhan kebutuhan zat gizi makro dan mikro sesuai usia anak.

Peserta juga mendapat edukasi mengenai pentingnya membatasi penggunaan bahan tambahan pangan seperti penyedap, pengawet, dan pewarna sintetis pada makanan anak.

Selain aspek kandungan gizi, keamanan pangan turut menjadi perhatian dalam pelatihan tersebut. Warga diberikan pemahaman mengenai cara menjaga kebersihan selama proses memasak serta memilih bahan baku yang aman dikonsumsi keluarga.

Tidak hanya menerima teori, peserta juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan menu sehat berbahan lokal yang mudah ditemukan di pasar sekitar. Sejumlah menu yang dipraktikkan antara lain nugget ikan sayur hingga puding buah rendah gula yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak.

“Dulu kami kira makanan sehat itu ribet. Ternyata dengan bahan yang ada di pasar sekitar, kita bisa bikin makanan mewah ala restoran yang sangat bergizi buat anak-anak,” kata salah satu kader kesehatan, Siti.

Pemerintah Kelurahan Patangpuluhan berharap penguatan literasi gizi di tingkat keluarga dapat menjaga angka stunting tetap nol dalam jangka panjang. Upaya tersebut dinilai penting karena keluarga menjadi garda terdepan dalam menjaga tumbuh kembang anak.

Sebagai tindak lanjut, peserta pelatihan juga dibekali buku saku berisi resep menu B2SA agar dapat diterapkan di rumah dan menjadi panduan dalam menyiapkan makanan sehat bagi keluarga setiap hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online