DIY Siapkan Raperda Baru, Penanggulangan Bencana Lebih Preventif
Pemda DIY dan DPRD DIY membahas Raperda Penanggulangan Bencana yang mengedepankan sistem preventif, adaptif, dan perlindungan kelompok rentan.
Seleksi Dalang Anak dan Remaja tingkat kota di Pendapa Disbud Kota Jogja, Jumat (8/5/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Minat anak-anak di Kota Jogja terhadap seni pedalangan masih terjaga di tengah arus modernisasi. Bahkan, jumlah peserta pelatihan yang difasilitasi pemerintah terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta (Kundha Kabudayan) pun menggelar seleksi dalang anak dan remaja tingkat kota di pendapa dinas setempat, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang penjaringan wakil untuk festival dalang tingkat DIY.
Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Susilo Munandar, mengatakan seleksi dilakukan untuk menentukan perwakilan terbaik dari Kota Jogja.
“Ini dalam rangka mengikuti festival dalang anak dan remaja tingkat DIY, sehingga kami mengadakan seleksi untuk mengirim wakil-wakil terbaik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seleksi berlangsung dalam dua tahap, yakni secara daring melalui pengiriman video, kemudian dilanjutkan dengan seleksi luring di pendapa Disbud.
Dari 12 peserta kategori anak, dipilih lima terbaik, sementara tiga peserta kategori remaja seluruhnya lolos ke tahap berikutnya. Pada tahap akhir, masing-masing kategori akan diambil dua peserta terbaik untuk mewakili Kota Jogja di tingkat provinsi.
Susilo menuturkan, seni pedalangan memang termasuk minat khusus, namun tren peminat justru meningkat dalam empat hingga lima tahun terakhir. Pada 2026, jumlah peserta pelatihan mencapai sekitar 38 anak yang terbagi dalam tiga kelas, mulai dari pemula hingga lanjutan.
Pelatihan rutin digelar setiap Minggu dengan pendampingan dalang profesional dari Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi).
Menurutnya, minat sebenarnya lebih besar, tetapi terkendala syarat administratif seperti kepemilikan KTP Kota Jogja.
Salah satu peserta, Muhammad Umar Al-Fatih, mengaku tertarik pada dunia pedalangan karena kecintaannya terhadap budaya tradisional.
Siswa kelas 1 SD Negeri Keputran A itu mengenal wayang secara mandiri melalui platform digital seperti YouTube.
“Biasanya sering nonton wayang di YouTube. Tahu sendiri,” ujarnya.
Ia pun bercita-cita menjadi dalang profesional dan mengidolakan sejumlah tokoh besar seperti Ki Anom Suroto, Ki Seno Nugroho, Ki Hadi Sugito, dan Ki Manteb Soedharsono.
Melalui seleksi ini, diharapkan lahir dalang muda potensial yang mampu menjaga kelestarian seni pedalangan agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY dan DPRD DIY membahas Raperda Penanggulangan Bencana yang mengedepankan sistem preventif, adaptif, dan perlindungan kelompok rentan.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest