Wali Kota Hasto Minta Suporter PSIM dan PSS Jaga Damai saat Derbi DIY

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Selasa, 12 Mei 2026 22:57 WIB
Wali Kota Hasto Minta Suporter PSIM dan PSS Jaga Damai saat Derbi DIY

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengingatkan suporter PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman untuk menjaga kondusivitas saat derbi DIY kembali bergulir pada kompetisi Super League musim 2026/2027. Hasto menegaskan rivalitas sepak bola seharusnya tidak berujung pada konflik maupun bentrokan antarsuporter.

Menurut Hasto, atmosfer pertandingan yang aman dan nyaman justru akan memberikan dampak positif bagi dunia sepak bola DIY. Ia meminta para pendukung kedua tim mencontoh kultur suporter yang tetap ramah meski memiliki fanatisme tinggi terhadap klub kebanggaannya.

“Harapan saya ayolah suporter mencontoh yang ramah-ramah itu. Tidak ada positifnya ketika kita itu ada konflik dan ada bentrok, sama sekali nggak ada untungnya,” ujar Hasto, Selasa (12/5/2026).

Derbi DIY dipastikan kembali tersaji setelah PSS Sleman berhasil promosi ke kasta tertinggi seusai finis sebagai runner-up Championship musim 2025/2026. Pertemuan PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman menjadi salah satu laga yang paling dinanti karena kedua tim sudah cukup lama tidak berada di level kompetisi yang sama.

Hasto kemudian menyinggung pengalamannya saat mendampingi PSIM Yogyakarta bertandang ke markas Malut United di Maluku Utara beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, ia melihat atmosfer pertandingan berjalan lebih santai dan inklusif dengan kehadiran keluarga di tribun penonton.

“Orang tuh nonton happy, senang, ajak anak kecil, ngajak ibu hamil. Fanatismenya ada, tapi terkalahkan dengan rasa kemanusiaannya. Kita dari Jogja juga disambut baik sekali di sana,” katanya.

Ia menilai suasana seperti itu dapat menjadi contoh bagi suporter di DIY, baik ketika mendukung tim di kandang maupun saat melakoni laga tandang. Menurutnya, rivalitas antardaerah tetap bisa berjalan sehat tanpa menghilangkan rasa saling menghormati.

Selain mengingatkan soal sportivitas suporter, Hasto juga menyoroti aspek keamanan pertandingan derbi DIY. Ia mengaku telah berdiskusi dengan aparat kepolisian terkait antisipasi pengamanan saat PSIM dan PSS sama-sama tampil di kasta tertinggi musim depan.

“Kalau sama-sama Liga 1, kita harus siaga satu. Keamanannya jadi perhatian utama,” tandasnya.

Sementara itu, pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul Van Gastel sebelumnya turut menyambut positif kembalinya derbi DIY di kompetisi musim depan. Menurut dia, duel PSIM kontra PSS Sleman akan menjadi pertandingan menarik yang dinanti banyak pencinta sepak bola.

Van Gastel menilai hadirnya kembali laga klasik antara PSIM dan PSS bukan hanya meningkatkan atmosfer persaingan di Super League, tetapi juga menambah daya tarik sepak bola Yogyakarta dan sekitarnya pada musim 2026/2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online