Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Rp909 Juta, Bedah Rumah Jadi Sasaran Utama
Donasi Rp909 juta terkumpul dalam Malam Berbagi Jogja. Dana akan digunakan untuk bedah rumah dan membantu warga yang kesulitan biaya pendidikan.
Virus - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dugaan kasus Hantavirus di DIY dipastikan negatif setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Kepastian ini menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kasus positif baru sepanjang 2026.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, menyampaikan bahwa suspek yang sebelumnya dilaporkan tidak menunjukkan adanya infeksi hantavirus.
“Suspek atau terduga hantavirus dari DIY yang sebelumnya dirilis, sudah dipastikan hasil pemeriksaan laboratoriumnya negatif hantavirus,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Tahun 2026 Nihil Kasus Baru
Ia menjelaskan, pada 2025 lalu DIY sempat mencatat enam kasus positif hantavirus. Namun seluruh pasien telah sembuh tanpa adanya kematian dan tidak ditemukan penularan lanjutan.
“Pada 2026 sampai saat ini belum ada laporan kasus positif hantavirus dari hasil pemeriksaan laboratorium,” katanya.
Jenis Virus dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gregorius mengungkapkan kasus di Indonesia, termasuk DIY, berasal dari strain Seoul Virus yang termasuk tipe HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome).
Gejala biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah paparan, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, lemas, hingga jaundice atau tubuh menguning.
Penyakit ini ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, sehingga tergolong penyakit zoonosis.
Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus, serta menghirup udara yang telah terkontaminasi. Tanah atau air yang tercemar juga berpotensi menjadi media penularan.
Imbauan: Tetap Tenang dan Jaga Kebersihan
Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:
Menjaga kebersihan lingkungan
Mencuci tangan secara rutin
Menggunakan alas kaki saat beraktivitas
Melindungi makanan dan sumber air dari kontaminasi
“Pastikan lingkungan tidak menjadi sarang tikus dan segera bersihkan luka jika terkena kotoran,” tegasnya.
Perkuat Surveilans dan Pendekatan One Health
Pemerintah daerah juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui surveilans aktif, pelacakan kasus, serta pengendalian populasi tikus.
Edukasi masyarakat dilakukan melalui puskesmas dan kader kesehatan, disertai koordinasi lintas sektor dengan pendekatan One Health yang melibatkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan kondisi tetap terkendali dan potensi penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Donasi Rp909 juta terkumpul dalam Malam Berbagi Jogja. Dana akan digunakan untuk bedah rumah dan membantu warga yang kesulitan biaya pendidikan.
Jean-Paul van Gastel tetap bangga dengan perjuangan PSIM Jogja meski kalah 0-4 dari Persija. Ze Valente menyoroti perbedaan kualitas kedua tim.
Real Madrid menjamu Villarreal pada pekan kedelapan La Liga. Mourinho memburu kemenangan untuk menjaga persaingan di papan atas.
Cristiano Ronaldo terancam skorsing 1–6 bulan setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal. Pengakuannya berpeluang meringankan hukuman.
Sebanyak 34 atlet paralimpik serta 16 pelatih dan ofisial asal Jawa Tengah resmi menjadi bagian tulang punggung kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games
Kirana Larasati membantah terlibat dalam dugaan penipuan investasi emas Rp25 miliar. Ia mengaku telah memutus kontrak dan siap kooperatif.