31 Dispensasi Nikah di Jogja Jadi Dasar Lahirnya Program MALIKA
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Pengujian sampel air sumur yang dilakukan DPUPKP Jogja, beberapa waktu lalu. /Dok. Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Kualitas air sumur warga menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja. Pemeriksaan dilakukan melalui inovasi Permukiman Layak Huni untuk mengetahui kondisi air yang digunakan masyarakat sekaligus mendeteksi potensi pencemaran, termasuk kemungkinan kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli).
Kepala DPUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel air sumur dari rumah warga. Sampel tersebut selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk mengetahui kondisi air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
“Pemeriksaan kualitas air sumur ini dilakukan untuk mengetahui kondisi air bersih yang digunakan masyarakat, khususnya terkait potensi kandungan bakteri E. coli yang dapat berdampak pada kesehatan,” kata Umi, dikutip Senin (17/8/2026).
Sampel Air Sumur Diuji di Laboratorium
Pemeriksaan kualitas air menjadi salah satu bagian dari upaya DPUPKP Kota Jogja menjaga lingkungan permukiman agar tetap sehat. Pengujian laboratorium diharapkan memberikan gambaran mengenai kondisi sumber air yang dimanfaatkan masyarakat.
Hasil pemeriksaan juga dapat membantu warga mengetahui lebih awal apabila terdapat persoalan pada air sumur yang digunakan. Informasi tersebut menjadi dasar untuk melakukan langkah pencegahan sebelum potensi pencemaran berkembang dan menimbulkan risiko terhadap kesehatan.
“Dengan adanya pemeriksaan ini, potensi pencemaran air dapat diketahui sejak dini sehingga langkah pencegahan risiko gangguan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Hasil Pemeriksaan Jadi Dasar Perencanaan
Umi mengatakan data hasil pemeriksaan tidak hanya disampaikan sebagai informasi kepada warga. Temuan dari pengujian tersebut juga menjadi bahan bagi DPUPKP dalam menyusun perencanaan dan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman berbasis data.
“Pemeriksaan kualitas air yang dilakukan secara terukur menjadi bagian dari upaya preventif dalam menjaga kesehatan lingkungan hunian,” katanya.
Melalui inovasi Permukiman Layak Huni, DPUPKP berupaya mendorong terciptanya kawasan permukiman yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Pemeriksaan air sumur juga diharapkan meningkatkan kepedulian warga terhadap kualitas air bersih yang mereka gunakan sehari-hari.
Program tersebut menjadi salah satu pendekatan DPUPKP untuk meningkatkan kualitas hunian, bukan hanya dari sisi fisik kawasan, tetapi juga kesehatan lingkungan. Hasil pemeriksaan yang dilakukan secara terukur dapat digunakan untuk memetakan kondisi lingkungan permukiman sekaligus menjadi dasar menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Job Fair Jateng digelar 20-21 Agustus 2026 dengan 4.587 lowongan dari 30 perusahaan dan 257 jabatan untuk berbagai lulusan.
Kilang Plaju memperkuat ketahanan energi lewat implementasi B50, inovasi refrigeran Breezon MC-32, dan produksi Polytam.
KPK tidak menindak dugaan pelanggaran etik Setya Budi Dias karena yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi insan KPK.
Lelang aset Sritex di KPKNL Surakarta masih stagnan. Eks pekerja berharap Danantara segera mengakuisisi pabrik dan menyelesaikan pesangon
Peringatan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dikemas melalui rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan yang dibuka pada Sabtu (15/8) di Paseban Bantul