Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 17 Agustus 2026 20:17 WIB
Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga

Kekeringan - Ilustrasi StockCake

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kemarau yang diprediksi berlangsung hingga November 2026 membuat DPRD Gunungkidul meminta pemerintah kabupaten memperkuat mitigasi di sektor pertanian. Langkah tersebut dinilai penting agar produksi pertanian tetap berjalan dan pasokan pangan di masyarakat tidak terganggu.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mengatakan ancaman kemarau panjang perlu diwaspadai karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air bersih. Kondisi minim pasokan air juga berpotensi memengaruhi produktivitas lahan pertanian.

“Tetap harus diwaspadai. Jangan sampai pasokan pangan terganggu karena kemarau diprediksi berlangsung hingga November mendatang,” kata Endang, Senin (18/8/2026).

Menurut Endang, pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis agar lahan pertanian tetap produktif meski ketersediaan air terbatas. Penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu hal yang harus diprioritaskan selama periode kemarau panjang.

“Pemkab harus bisa memperkuat ketahanan pangan agar stok di masyarakat tercukupi,” ungkapnya.

Pompa dan Sumur Bor untuk Pertanian

Endang menyebut pemerintah dapat membantu petani dengan menyediakan peralatan pendukung, termasuk mesin pompa. Pembuatan sumur bor juga dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga kegiatan produksi pertanian tetap berlangsung dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.

Selain dukungan terhadap produksi, ketahanan pangan juga perlu diperkuat melalui pemenuhan Cadangan pangan daerah. Distribusi pangan secara lebih merata melalui gerakan pangan murah juga dapat dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah ancaman kemarau.

Endang mengatakan program tersebut dapat dilaksanakan dengan menggandeng Bulog yang selama ini menangani persoalan pangan.

“Yang tak kalah penting adalah memberikan pendampingan dan penguatan tentang penyuluhan pertanian di masyarakat. tujuannya, agar lahan yang dimiliki bisa tetap produktif,” katanya.

Krisis Air Bersih Juga Perlu Diantisipasi

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, turut mengingatkan pemerintah agar dampak kemarau panjang diantisipasi secara menyeluruh. Menurut dia, langkah mitigasi diperlukan supaya kondisi kekeringan tidak berkembang menjadi krisis di masyarakat.

Untuk kebutuhan air bersih, Heri menilai bantuan harus diberikan kepada kelompok sasaran secara efisien dan tepat sasaran. Pemerintah juga perlu memastikan penanganan kekeringan telah dipersiapkan dengan baik.

“Mitigasi bencana kekeringan harus benar dipersiapkan sehingga bisa tertangani dengan baik,” katanya.

Heri menilai penanganan krisis air tidak cukup hanya dengan mengandalkan bantuan dalam jangka pendek. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul perlu menyiapkan program jangka panjang melalui pemetaan dan optimalisasi sumber air yang tersedia.

Sumber Air Bawah Tanah Perlu Dioptimalkan

Menurut Heri, penyaluran air atau droping air memang dapat membantu masyarakat ketika terjadi kekurangan air. Namun, langkah tersebut hanya bersifat sementara sehingga perlu dibarengi pengelolaan sumber air untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang.

“Droping air hanya jadi solusi jangka pendek. Untuk jangka panjangnya, maka potensi sumber yang ada harus dimaksimalkan karena di Gunungkidul masih banyak sumber-sumber air dari sungai bawah tanah yang belum dikelola secara optimal,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online