Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 27 September 2026 16:37 WIB
Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil

Proses perhitungan suara dalam pemilihan lurah serentak yang digelar di salah satu tempat pemungutan suara di Kapanewon Semin, Sabtu (26/9/2026)./Harian Jogja/David Kurniawan\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Lurah Ngoro-Oro, Patuk, Sukasto mengaku legawa menerima hasil pilihan lurah (Pilur) yang berlangsung Sabtu (26/9/2026). Dalam rekapitulasi perhitungan suara, Sukasto kalah dari calon lainnya, Paryoto.

Dalam pemilihan tersebut, Sukasto memperoleh dukungan 855 pemilih. Sementara Paryoto mendapatkan 1.399 suara.

“Pilihan lurah Ngoro-oro berjalan dengan aman dan lancar,” kata Sukasto saat dihubungi Minggu (27/9/2026).

Sukasto mengatakan hasil pemilihan tersebut telah diterimanya sebagai ketetapan. Ia juga menilai hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan harapan masyarakat Kalurahan Ngoro-Oro.

“Untuk hasil sudah sesuai bagi saya karena Alhamdulillah sudah menjadi ketetapan dari Allah SWT,” katanya.

Sukasto Apresiasi Dukungan Sukarelawan

Setelah proses pemilihan selesai, Sukasto menyampaikan terima kasih kepada para relawan yang selama ini memberikan dukungan dalam kontestasi Pilur Ngoro-Oro.

Ia menilai para relawan telah menjalankan tugas dengan baik selama proses pemenangan dirinya dalam pemilihan lurah tersebut.

“Para relawan sudah bekerja dengan sangat baik,” katanya.

Dengan hasil rekapitulasi tersebut, Paryoto memperoleh suara lebih banyak dibandingkan Sukasto dan menjadi calon yang mendapatkan dukungan terbanyak dalam Pilur Ngoro-Oro.

Pilur di 31 Kalurahan Berjalan Lancar

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringinsih memastikan pelaksanaan Pilur serentak di 31 kalurahan berlangsung aman dan lancar.

Saat hari pemilihan, Endah bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMK2PS) DIY, serta KPH Yudanegara melakukan monitoring di sejumlah titik.

Salah satu lokasi yang dipantau adalah pelaksanaan Pilur di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Lokasi tersebut mendapat perhatian khusus karena berdasarkan hasil pemetaan beberapa hari sebelum pencoblosan, Watugajah masuk dalam zona rawan.

Selain itu, terdapat permintaan izin dari ormas luar daerah yang akan datang untuk memberikan dukungan kepada salah satu calon lurah.

“Makanya pelaksanaan Pilur Watugajah mendapatkan atensi khusus sehingga kami datang untuk mengawal secara langsung,” katanya.

Meski mendapatkan perhatian khusus, Endah memastikan proses pemilihan di Watugajah tetap berlangsung lancar. Keempat calon yang bersaing dalam pemilihan tersebut juga dapat menerima hasil yang diperoleh.

“Selesai sampai sekitar pukul 21.00 WIB. Memang selesai paling lama karena memang jumlah pemilih di TPS merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan kalurahan lain,” katanya.

Bupati Pastikan Pilur Serentak Damai

Secara keseluruhan, Endah memastikan tidak terdapat masalah dalam penyelenggaraan Pilur serentak di 31 kalurahan. Seluruh tahapan dapat berjalan aman dan lancar hingga proses perhitungan suara selesai.

“Coblosan di 31 kalurahan dapat berjalan dengan damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” katanya.

Hasil Pilur Ngoro-Oro menjadi salah satu bagian dari pelaksanaan pemilihan lurah serentak di Gunungkidul. Sukasto menerima hasil rekapitulasi dengan perolehan 855 suara, sedangkan Paryoto meraih 1.399 suara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online