Jaga Kualitas Ikan, Pabrik Es Dibangun di Pantai Baron Gunungkidul
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat menyapa warga yang sedang beraktivitas di CFD di Kabupaten Gunungkidul, Minggu (27/9/2026)./Istimewa-Humas Pemkab Gunungkidul\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Car Free Day (CFD) Kabupaten Gunungkidul resmi menggunakan lokasi baru mulai Minggu (27/9/2026). Pemindahan kawasan hari bebas kendaraan bermotor itu membuat aktivitas olahraga dan kegiatan pelaku UMKM berlangsung di Jalan Agus Salim, dari jalan depan Alun-Alun Wonosari ke arah barat.
Sebelumnya, CFD Gunungkidul digelar setiap Ahad di ruas jalan depan Masjid Alikhlas ke utara. Perubahan lokasi tersebut ditetapkan melalui Peraturan Bupati No.19/2026 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati No.9/2022 tentang Penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.
“Pagi ini secara resmi lokasi hari bebas kendaraan bermotor dipindah,” kata Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, Minggu.
Menurut Endah, lokasi baru CFD Gunungkidul memiliki area yang lebih luas sehingga masyarakat yang datang untuk berolahraga dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Penataan lapak UMKM juga dinilai lebih leluasa karena pedagang tidak lagi harus berhimpitan.
Pemindahan CFD untuk Ruang Publik
Endah mengatakan pemindahan CFD merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menghadirkan ruang publik yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Pemindahan lokasi ini merupakan komitmen dari pemkab untuk menghadirkan ruang publik yang sehat aman dan nyaman. Makanya, kebijakan dituangkan dalam Perbup No.19/2026,” kata Mbak Endah, sapaan akrabnya.
Ia menegaskan CFD tidak hanya ditujukan sebagai tempat masyarakat berolahraga tanpa terganggu lalu lintas kendaraan. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal melalui aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Tempat ini [CFD] jadi ruang interaksi sosial sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan yang sejalan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah [RPJMD] 2025-2029, khususnya program Tani Makmur dan UMKM Berdaya,” kata Bupati.
Dengan lokasi baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga berharap CFD dapat memberikan manfaat lebih luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Diharapkan Jadi Persinggahan Wisatawan
Lokasi CFD yang berada di kawasan strategis juga diharapkan dapat menjadi salah satu titik persinggahan calon wisatawan yang hendak berkunjung ke berbagai destinasi di Bumi Handayani.
Endah berharap pengunjung dapat mampir ke area CFD sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata. Selain berolahraga dan menikmati suasana ruang publik, pengunjung juga dapat mencicipi kuliner khas Gunungkidul yang tersedia di kawasan tersebut.
“Semoga dapat singgah karena areanya juga strategis,” katanya.
Keberadaan lapak UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam pemanfaatan lokasi baru CFD Gunungkidul. Aktivitas jual beli diharapkan ikut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Pedagang Nilai Lokasi Baru Lebih Ramai
Salah seorang pedagang di CFD Gunungkidul, Eni Sudaryanti, menyambut baik kebijakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tersebut. Ia menilai lokasi baru memberikan ruang yang lebih luas dibandingkan lokasi CFD sebelumnya.
“Tempatnya lebih tertata dan rapi. Pengunjung juga lebih ramai,” kata Eni.
Menurut Eni, kondisi tersebut menjadi keuntungan bagi pedagang yang menggantungkan aktivitas usaha dari keramaian CFD. Ia berharap kegiatan hari bebas kendaraan bermotor dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi pelaku UMKM.
“Mudah-mudahan terus bisa berjalan dengan lancar dan upaya mewujudkan kesejahteraan UMKM bisa diwujudkan,” katanya.
Mulai Minggu, Jalan Agus Salim dari depan Alun-Alun Wonosari ke arah barat menjadi lokasi baru CFD Gunungkidul. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi pelaksanaan Perbup No.19/2026 tentang perubahan aturan penyelenggaraan hari bebas kendaraan bermotor di Kabupaten Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Kemenkes mencatat 2.365 warga masih dipasung akibat gangguan jiwa. Sementara itu, 9 dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan.
Kemenhaj mengimbau WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan. Calon jemaah umrah diminta mengecek jadwal dan berkoordinasi dengan PPIU.
Pemkab Banyumas menggelar Salat Istisqa di tengah kekeringan. BPBD mengerahkan enam armada tangki air untuk membantu warga terdampak.
CEO Microsoft Satya Nadella mengusulkan mekanisme darurat untuk menghentikan model AI, disertai audit independen dan transparansi sistem.
IDAI mengingatkan bahaya telur mentah bagi bayi dan anak karena risiko Salmonella. Simak cara mengolah telur yang aman untuk MPASI.