Pilur Serentak Gunungkidul, 91 Calon Bertarung di 31 Kalurahan

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 25 September 2026 20:07 WIB
Pilur Serentak Gunungkidul, 91 Calon Bertarung di 31 Kalurahan

Ilustrasi pemilihan lurah/Produk AI

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 91 calon akan bersaing dalam pemilihan lurah serentak di 31 kalurahan di Gunungkidul pada Sabtu (26/9/2026). Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 calon merupakan lurah petahana yang kembali maju untuk periode delapan tahun ke depan.

Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan jumlah calon di setiap kalurahan berbeda-beda.

Calon terbanyak terdapat di Kalurahan Monggol, Saptosari; Kampung, Kapanewon Ngawen; serta Sampang dan Mertelu di Kapanewon Gedangsari. Masing-masing kalurahan tersebut diikuti lima calon.

Sebaran Calon di 31 Kalurahan

Pemilihan dengan empat calon akan berlangsung di Kalurahan Ngunut, Playen; Kalitekuk, Kapanewon Semin; dan Watugajah, Kapanewon Gedangsari.

Sementara itu, pemilihan yang diikuti tiga calon berlangsung di Kalurahan Siraman, Wonosari; Katongan, Kapanewon Nglipar; serta Kalurahan Bandung dan Ngawu, Playen.

Jumlah calon yang sama juga terdapat di Kalurahan Girisuko, Panggang; Botodayaan, Kapanewon Rongkop; Bulurejo, Semin; Jurangjero dan Watusigar, Kapanewon Ngawen; serta Kepek dan Kanigoro, Kapanewon Saptosari.

Adapun pemilihan dengan dua calon akan berlangsung di Kalurahan Baleharjo, Wonosari; Logandeng, Playen; Ngoro-oro dan Terbah, Patuk; Dengok, Playen; Candirejo, Semanu; serta Kelor, Karangmojo.

Selain itu, dua calon juga akan bersaing dalam pemilihan lurah di Kalurahan Sidorejo, Ponjong; Jetis dan Ngloro, Saptosari; Hargosari, Kapanewon Tanjungsari; serta Girijati, Purwosari.

“Untuk dua calon juga ada di pemilihan lurah di Hargosari, Kapanewon Tanjungsari dan Kalurahan Girijati, Purwosari,” kata Kriswantoro, Jumat (25/9/2026).

23 Lurah Petahana Kembali Maju

Kriswantoro mengatakan dari total 91 calon, 23 di antaranya merupakan lurah petahana yang kembali mencalonkan diri untuk periode delapan tahun ke depan.

Namun, terdapat sejumlah lurah yang tidak kembali maju dalam Pilur serentak tahun ini. Mereka berasal dari Ngunut, Playen; Botodayaan, Rongkop; Watusigar, Ngawen; Bulurejo, Semin; dan Siraman, Wonosari.

“Untuk Ngloro dan Sampang masih kosong karena dijabat oleh Pejabat Sementara. Sedangkan, untuk Lurah Jurangjero, Suparno memilih maju ke Kalurahan Kampung, Ngawen sehingga tidak termasuk sebagai calon petahana,” katanya.

120.887 Pemilih di 230 TPS

Selain jumlah calon, Pemkab Gunungkidul juga telah menyiapkan daftar pemilih untuk pelaksanaan pemilihan lurah serentak.

Kriswantoro mengatakan terdapat 120.887 jiwa yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Para pemilih tersebut akan menggunakan hak pilihnya di 230 TPS yang tersebar di 31 kalurahan.

“Daftar pemilih sudah disusun sesuai dengan TPS, untuk logistic juga sudah mulai didistribusikan,” katanya.

Bupati Ajak Warga Tidak Golput

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengajak masyarakat menggunakan hak pilih dalam pemilihan lurah serentak. Menurut dia, pemilihan tersebut menjadi bagian dari proses menentukan pemimpin kalurahan untuk delapan tahun ke depan.

“Ayo datang ke TPS pada Sabtu [26/9/2026]. Satu suara anda dapat menentukan masa depan di kalurahan,” katanya.

Endah juga mengimbau masyarakat tetap menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan meski memiliki pilihan calon yang berbeda.

“Pesta demokrasi adalah ajang untuk bergembira. Beda pilihan adalah hal biasa karena terpenting tetap menjaga kerukunan,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online