Elf Wisatawan Bogor Terguling di Tanjakan Bundelan, 1 Tewas

David Kurniawan
David Kurniawan Sabtu, 26 September 2026 19:27 WIB
Elf Wisatawan Bogor Terguling di Tanjakan Bundelan, 1 Tewas

Ilustrasi kecelakaan/Dokumen Harian Jogja

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Rombongan wisatawan asal Bogor, Jawa Barat mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di Tanjakan Bundelan, di Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Minibus Isuzu Elf AD 7081 GD yang membawa sekitar 16 orang tergelincir hingga menabrak deretan kios di Pasar Memble dan terguling.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan seorang penumpang meninggal dunia. Lima penumpang lainnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan setelah insiden yang terjadi pada Sabtu siang tersebut.

Warga Padukuhan Tancep, di Tancep, Ngawen, yang berada di sekitar lokasi, Kentut, mengatakan dirinya mendengar suara keras sebelum mendatangi lokasi kejadian. Saat tiba di sekitar pasar, ia melihat elf berwarna hijau sudah menabrak deretan kios.

“Begitu melihat saya langsung mendatangi lokasi karena ibu saya juga berjualan di pasar. Saya bersyukur pada saat kejadian sudah tidak berada di lokasi,” kata Kentut kepada wartawan, Sabtu.

Menurut Kentut, kecelakaan tersebut terjadi ketika minibus yang membawa rombongan wisatawan berusaha melewati tanjakan. Ia menduga kendaraan tidak kuat menanjak karena membawa banyak penumpang.

Elf Sempat Berusaha Menanjak

Kentut mengatakan kendaraan sempat berupaya melewati tanjakan sebelum pengemudi memutuskan untuk berbalik arah. Kondisi jalan yang ekstrem membuat kendaraan kemudian bergerak mundur hingga kehilangan kendali.

“Sempat berusaha naik, tapi sopir berubah pikiran sehingga mau putar arah karena tanjakan ekstrem. Eh malah mundur hingga terguling ke pasar,” katanya.

Setelah kendaraan terguling, warga di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

“Begitu kejadian langsung mencari pertolongan guna mengevakuasi para korban ke rumah sakit,” katanya.

Kentut memperkirakan terdapat sekitar 16 orang di dalam minibus tersebut. Dari kecelakaan itu, satu penumpang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan korban lainnya mendapatkan pertolongan di rumah sakit.

Keterangan mengenai korban meninggal kemudian dikonfirmasi oleh kepolisian. Kepala Unit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Sugiyanto, membenarkan adanya kecelakaan tunggal di Tanjakan Bundelan.

“Korban meninggal atas nama Daryanti. Sedangkan yang dirawat di rumah sakit ada lima orang,” kata Sugiyanto.

Sopir Disebut Tidak Mengetahui Medan

Sugiyanto mengatakan petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kecelakaan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, minibus tersebut membawa rombongan wisatawan asal Bogor, Jawa Barat yang hendak berwisata ke Gunungkidul.

Pengemudi disebut tidak mengetahui karakteristik medan yang dilalui. Rute perjalanan menuju Tanjakan Bundelan didapatkan melalui aplikasi navigasi sehingga kendaraan kemudian diarahkan melewati tanjakan tersebut.

“Oleh aplikasi dilewatkan Tanjakan Bundelan. Ternyata merupakan tanjakannya tinggi sehingga tidak kuat hingga akhirnya terjadi kecelakaan tunggal yang mengakibatkan seorang meninggal dunia,” katanya.

Tanjakan Bundelan memang sebelumnya telah dikenal sebagai salah satu ruas jalan ekstrem di Gunungkidul. Harian Jogja pernah melaporkan jalur tersebut sangat curam dan tidak disarankan untuk bus wisata.

Dinas Perhubungan Gunungkidul juga pernah berkoordinasi untuk menghapus jalur Tanjakan Bundelan dari Google Maps karena dinilai berbahaya, khususnya bagi kendaraan besar dan pengemudi yang belum memahami karakter medan.

Polisi Sarankan Kendaraan Besar Lewat Sambeng

Setelah kecelakaan tersebut, Sugiyanto berharap peristiwa itu menjadi pembelajaran bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia mengingatkan pengendara untuk memperhatikan karakter jalan sebelum memilih rute perjalanan.

Khusus kendaraan yang relatif besar dan membawa banyak penumpang, polisi menyarankan agar tidak menggunakan Tanjakan Bundelan karena risiko kecelakaan cukup tinggi.

“Paling aman lewat jalur Sambeng. Kami juga meminta kepada para pengendara untuk berhati-hati dan terus mematuhi peraturan dalam berlalulintas,” katanya.

Saran tersebut disampaikan setelah kecelakaan yang melibatkan rombongan wisatawan asal Bogor tersebut. Dalam kejadian ini, minibus yang membawa sekitar 16 orang tergelincir, menabrak kios di Pasar Memble, kemudian terguling.

Satu penumpang bernama Daryanti meninggal dunia, sementara lima orang lainnya mendapatkan perawatan di rumah sakit. Polisi juga telah mendatangi lokasi untuk menangani kecelakaan tunggal tersebut.

Bagi pengendara yang belum mengenal medan Gunungkidul, terutama yang menggunakan kendaraan relatif besar dan membawa banyak penumpang, kepolisian meminta agar lebih memperhatikan pilihan rute. Tanjakan Bundelan menjadi salah satu ruas yang perlu dihindari kendaraan dengan karakteristik tersebut, sementara jalur Sambeng disarankan sebagai alternatif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online