JJLS Gunungkidul-Bantul Ditargetkan Dibuka 2027, Ada Ikon Patung Nelayan

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 08 November 2026 15:57 WIB
JJLS Gunungkidul-Bantul Ditargetkan Dibuka 2027, Ada Ikon Patung Nelayan

Aktivitas lalu lintas di Bundaran JJLS di Kalurahan Planjan, Saptosari, Kamis (5/11). Harian Jogja/David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah DIY hampir rampung. Setelah tersambung melalui kawasan Kelok 23 yang menghubungkan Gunungkidul dengan Bantul, jalur tersebut direncanakan resmi dibuka untuk umum pada 2027.

Meski demikian, masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum JJLS beroperasi secara penuh. Penyempurnaan itu meliputi normalisasi jalan, pembangunan fasilitas pendukung, hingga rencana pembuatan patung ikonik di bundaran JJLS Kalurahan Planjan, Saptosari.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, mengatakan jalur JJLS secara umum sudah tersambung. Bahkan, Kelok 23 sebagai akses penghubung Gunungkidul-Bantul sempat menjalani uji coba pengoperasian.

Namun, jalur tersebut kembali ditutup karena masih ada pekerjaan normalisasi di depan JJLS, tepatnya di dekat Kelok 23, Kalurahan Girijati, Purwosari.

“Secara umum sudah tersambung karena Kelok 23 sebagai penghubung Gunungkidul-Bantul sudah jadi. Rencananya secara resmi dibuka untuk umum mulai 2027,” katanya, Minggu (8/11/2026).

Rakhmadian menjelaskan penyempurnaan juga dilakukan terhadap akses dan fasilitas pendukung di kawasan Kelok 23. Rencananya, kawasan tersebut akan dilengkapi rest area dan gardu pandang.

Selain itu, terdapat rencana pembangunan patung ikonik di Bundaran JJLS yang berada di Planjan, Saptosari. Berdasarkan rencana Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN), patung yang akan dibangun mengangkat tema nelayan.

“Informasi awalnya akan dibangun adalah patung nelayan karena erat kaitanya dengan aktivitas di pesisir. Tapi, untuk kepastiannya menunggu pembangunan dari kementerian, selaku pihak yang membangun JJLS,” kata Rakhmadian.

Bundaran Planjan Diusulkan Memiliki Ikon

Lurah Planjan, Saptosari, Muryono Asih Sulistyo, mengaku belum mendengar secara langsung rencana pembangunan patung nelayan di Bundaran JJLS Planjan.

Meski demikian, pemerintah kalurahan berharap bundaran tersebut dilengkapi bangunan ikonik agar memiliki ciri khas sekaligus mendukung keberadaan JJLS.

“Belum dengar. Tapi memang butuh bangunan ikonik untuk mendukung keberadaan bundaran JJLS di Planjan,” kata Muryono.

Menurut dia, pembangunan Bundaran JJLS Planjan telah selesai pada akhir 2024. Pada awal pembangunan, lokasi tersebut sempat viral dan menjadi tujuan kunjungan warga.

“Kalau sekarang sudah mulai berkurang. Tapi, di awal-awal dioperasikan di bundaran hampir setiap sore ramai dikunjungi warga,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online