Madura United Comeback, Van Gastel Soroti Kesalahan PSIM Jogja
PSIM Jogja kalah 2-1 dari Madura United setelah unggul lebih dulu. Van Gastel menilai laga seharusnya sudah dikunci sejak babak pertama.
Kelurahan Giwangan menggelar rapat monitoring dan evaluasi penanganan stunting bersama sejumlah unsur terkait di Giwangan, Selasa (22/9/2026). Ist/ Kelurahan Giwangan
Harianjogja.com, JOGJA—Penanganan stunting di Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, tidak lagi hanya mengandalkan keluarga untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan. Kelurahan Giwangan menggagas Tim SIGAB Stunting yang akan bergerak lebih cepat menemukan balita berisiko, mendampingi keluarga, serta membantu memastikan mereka memperoleh penanganan yang dibutuhkan.
Pembentukan tim tersebut menjadi salah satu tindak lanjut evaluasi penanganan stunting yang dilakukan Kelurahan Giwangan bersama Puskesmas Umbulharjo 1 dan sejumlah unsur terkait pada Selasa (22/9/2026).
Dalam evaluasi itu terungkap adanya keluarga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, tetapi menghadapi kendala waktu maupun transportasi untuk datang ke puskesmas. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena akses terhadap pelayanan kesehatan turut menentukan keberlanjutan penanganan anak.
Prevalensi Stunting Giwangan 6,25 Persen
Data Puskesmas Umbulharjo 1 yang dibahas dalam pertemuan tersebut mencatat prevalensi stunting di Giwangan sebesar 6,25%. Angka itu menjadi salah satu bahan evaluasi bagi Kelurahan Giwangan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Plt. Lurah Giwangan, Arif Rohman Budiyanto, mengatakan upaya menangani stunting selama ini melibatkan banyak pihak. Peran tersebut mencakup tenaga kesehatan, kader, hingga pendamping keluarga.
“Kami berterima kasih atas berbagai upaya yang sudah dilakukan. Ke depan, kami berharap penanganannya bisa semakin baik sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Arif.
Menurut hasil evaluasi, persoalan akses pelayanan kesehatan masih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Sejumlah keluarga sebenarnya perlu membawa anak menjalani pemeriksaan lebih lanjut, tetapi belum dapat melakukannya karena keterbatasan waktu atau tidak memiliki sarana transportasi.
Karena itu, penanganan stunting dinilai membutuhkan pola yang tidak semata-mata menunggu keluarga datang ke fasilitas kesehatan. Mekanisme respons yang lebih cepat diperlukan agar persoalan dapat ditemukan sejak awal dan keluarga tetap mendapatkan pendampingan.
Tim SIGAB Stunting Akan Sasar Balita Rentan
Kepala Seksi Pemberdayaan Kelurahan Giwangan, Whisnu Primadiarta, memimpin pembahasan mengenai tindak lanjut penanganan tersebut. Melalui koordinasi lintas unsur, kelurahan mendorong adanya respons yang lebih cepat terhadap keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Dari koordinasi itu kemudian muncul gagasan pembentukan Tim SIGAB Stunting. Tim ini diarahkan untuk melakukan penyaringan awal, mengenali kondisi anak dan keluarga, bergerak ketika ditemukan persoalan, memberikan tindakan sesuai kebutuhan, serta mendampingi proses penanganannya.
Sasaran Tim SIGAB Stunting juga tidak terbatas pada anak yang sudah mengalami stunting. Balita yang menunjukkan tanda-tanda rentan mengalami masalah gizi turut menjadi perhatian, khususnya dalam pemantauan pertumbuhan berat dan tinggi badan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat persoalan gizi dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih berat. Keluarga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan juga diharapkan tidak berhenti pada tahap identifikasi, tetapi memperoleh pendampingan hingga dapat mengakses pelayanan kesehatan.
Dengan demikian, angka prevalensi stunting 6,25% di Giwangan menjadi salah satu dasar evaluasi untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan di tingkat kelurahan. Tim SIGAB Stunting disiapkan sebagai bagian dari langkah tersebut agar balita yang berisiko maupun keluarga yang membutuhkan bantuan dapat lebih cepat teridentifikasi dan didampingi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja kalah 2-1 dari Madura United setelah unggul lebih dulu. Van Gastel menilai laga seharusnya sudah dikunci sejak babak pertama.
Susan Sarandon dan Hannah Einbinder ditahan saat demo menentang Netanyahu di New York menjelang pidatonya di Sidang Umum PBB.
Sebanyak 91 calon mengikuti Pilur serentak Gunungkidul di 31 kalurahan. Sebanyak 23 calon merupakan lurah petahana.
Presiden Prabowo menyetujui pembentukan BPGMN untuk memperkuat pengelolaan gambut dan mangrove serta mencegah karhutla.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Pieter Huistra merespons desakan suporter agar hengkang dari PSS Sleman jika kembali kalah saat menghadapi PSM Makassar.