Kunjungan Wisata Sleman Tembus 7,1 Juta, PAD 2026 Diprediksi Lampaui Target
Kunjungan wisata Sleman mencapai 7,1 juta orang hingga September 2026. Dinpar memproyeksikan PAD bisa melampaui target Rp403,5 miliar.
Foto ilustrasi demonstrasi. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY mengingatkan kelompok Jaga Warga agar tidak mengambil peran sebagai pengaman aksi demonstrasi. Kelompok masyarakat tersebut diminta tetap menjalankan tugas utamanya, yakni menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji, mengatakan Jaga Warga memiliki peran penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat. Salah satunya dengan mengantisipasi agar warga tidak mudah terprovokasi ajakan mengikuti aksi demonstrasi yang berpotensi memicu kericuhan.
Bagas mengaku rutin menyampaikan pengingat kepada anggota Jaga Warga melalui grup komunikasi. Mereka diminta tetap berfokus menjaga lingkungan sekaligus mengajak masyarakat, terutama kalangan remaja, agar tidak mudah terpancing ajakan yang dapat menimbulkan gangguan keamanan.
“Kalau Jaga Warga itu memang tujuannya menjaga lingkungannya, bukan untuk mengamankan aksi demo. Tugasnya menjaga lingkungan dan menyelesaikan permasalahan yang ada secara kekeluargaan,” katanya di Polda DIY pada Sabtu (7/11/2026).
Menurut Bagas, ketika demonstrasi berlangsung di suatu wilayah, Jaga Warga setempat dapat membantu mengantisipasi dampak kericuhan agar tidak meluas ke kawasan permukiman. Sebagai contoh, jika aksi berlangsung di sekitar Polda DIY, Jaga Warga di kawasan Condongcatur diminta mewaspadai kemungkinan massa bergerak masuk ke lingkungan tempat tinggal warga.
Dia menegaskan pengamanan demonstrasi tetap menjadi kewenangan aparat kepolisian. Masyarakat memang memiliki hak menyampaikan aspirasi, tetapi pelaksanaannya harus tertib dan tidak disertai tindakan merusak fasilitas umum.
Bagas menyayangkan kerusakan sejumlah fasilitas publik dalam aksi sebelumnya. Kerusakan tersebut antara lain halte yang dirusak, water barrier yang dibakar, kaca yang dipecahkan, serta tembok yang dicoret-coret.
Dia juga menyoroti tindakan mengambil batu dari rel kereta untuk dilemparkan kepada petugas. Menurutnya, tindakan itu tidak hanya membahayakan orang yang menjadi sasaran lemparan, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api karena batu tersebut merupakan bagian dari konstruksi penyangga rel.
Omah Jaga Warga dan Patroli Malam
Untuk mengoptimalkan peran kelompok tersebut, Bagas menjelaskan Jaga Warga dapat memanfaatkan Omah Jaga Warga yang tersedia di tingkat kelurahan dan padukuhan. Fasilitas itu dapat menjadi ruang komunikasi untuk membahas serta menyelesaikan persoalan sosial secara kekeluargaan.
Di sisi lain, Satpol PP DIY bersama Polda DIY dan BNNP DIY terus meningkatkan patroli malam hingga menjelang subuh sebagai upaya mencegah kenakalan remaja.
Bagas menyebut patroli tersebut menyasar potensi kenakalan anak usia sekolah yang dapat berujung pada tindak pidana di ruang publik. Dalam kegiatan terbaru, petugas menemukan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran.
Kelompok itu diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang dengan rentang usia 14-19 tahun. Petugas kemudian mendatangi mereka untuk menggali informasi sebelum meminta seluruh anggota kelompok membubarkan diri dan pulang.
Patroli juga diarahkan untuk mengantisipasi konsumsi minuman keras maupun obat-obatan terlarang di kalangan remaja.
“Kita bersama-sama menyasar ke beberapa daerah yang mungkin dianggap rawan,” ujarnya.
Bagas menambahkan patroli tingkat provinsi melibatkan sekitar 30 personel. Kegiatan serupa juga dilaksanakan jajaran pemerintah kabupaten/kota dengan rute yang ditentukan secara mendadak agar tidak mudah diketahui kelompok yang menjadi sasaran pengawasan.
Selain patroli, dia menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mencegah kenakalan remaja. Pengawasan orang tua, menurutnya, tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan pendidikan dan materi anak.
Orang tua juga perlu membangun komunikasi serta menunjukkan kepedulian terhadap aktivitas anak sehari-hari agar potensi kenakalan dapat dicegah sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata Sleman mencapai 7,1 juta orang hingga September 2026. Dinpar memproyeksikan PAD bisa melampaui target Rp403,5 miliar.
Dua pendaki asal Sidoarjo dilaporkan hilang di Gunung Semeru. Sepeda motor sewaan ditemukan di ladang warga dan tim SAR dikerahkan.
MilkLife Kickers finis sebagai runner-up Singa Cup 2026 Girls U14 setelah mengoleksi sembilan poin, tetapi kalah selisih gol dari Lion City Sailors.
Status Gunung Gamkonora naik menjadi Waspada setelah aktivitas gempa meningkat. Pendakian ditutup dan warga diminta menjauhi radius 2 kilometer.
DPMKal Bantul meminta 30 lurah baru fokus pada empat indikator kinerja, yakni pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan PAKal
Polisi menetapkan W sebagai tersangka kasus sajam viral di Jogja. Total 12 perkara kericuhan aksi 20 dan 28 Oktober masuk penyidikan.